Pemkot Segera Bangun Jembatan untuk Anak-anak SD Jabungan 02

METROSEMARANG.COM – Anak-anak SD Negeri Jabungan 02 Banyumanik yang setiap hari harus seberangi Sungai Kethekan untuk berangkat ke sekolah akhirnya dapat kabar gembira. Pemerintah Kota Semarang berencana akan membangunkan jembatan gantung sementara.

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu (berkerudung hijau) ikut menyeberangkan anak-anak SDN Jabungan 02 Banyumanik yang harus melintasi sungai untuk berangkat ke sekolah, Selasa (21/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepastian pembangunan jembatan gantung itu setelah Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meninjau sekolah dan menyaksikan langsung anak-anak SD Negeri Jabungan 02 menyeberangi arus sungai demi menimba ilmu ke sekolah, Selasa (21/3).

Wakil Wali Kota yang disapa Ita mengatakan, dalam waktu dekat segera membangunkan jembatan gantung sementara di dekat sekolah tersebut. Jembatan gantung sementara itu akan dibangun melalui program TMMD (Tentara Manunggal Mbangun Desa).

”Jembatan gantung cukup ideal karena dari informasi, sebelumnya sudah beberapa kali dibangun jembatan bambu tapi selalu terbawa arus manakala ada banjir,” katanya.

Pembuatan jembatan gantung sifatnya hanya sementara, karena pemkot sudah menyiapkan pembangunan jembatan permanen di tahun 2018 mendatang dengan anggaran sekitar Rp 7-9 miliar.

”Kami mengapresiasi upaya dari Kapolsek dan Danramil Banyumanik yang selalu membantu anak-anak menyeberangi sungai pada saat berangkat dan pulang sekolah,” ujarnya.

Ita juga meminta, kelurahan setempat menyedikan kendaraan untuk mengangkut anak-anak ke sekolah apabila terjadi banjir di Sungai Kethekan. Sehingga proses belajar mengajar tetap tidak akan terganggu dan berjalan lancar.

Kepala Sekolah SD Negeri Jabungan 02 Suryanto menceritakan, ketika hujan deras atau arus sungai kencang para siswanya terpaksa harus berjalan memutar sejauh 5 Km. Alhasil menjadi terlambat tiba ke sekolah dan mengikuti pembelajaran

”Kami merasa perihatin dan selalu was-was ketika anak-anak harus menyeberangi sungai, apalagi musim sekarang tidak menentu,” katanya.

Ada sebanyak 40 siswa lebih yang setiap hari harus seberangi ke sekolah. Tidak adanya jembatan membuat anak-anak terpaksa harus melintasi arus sungai. Karenanya, pihaknya  senang dengan rencana jangka pendek membangunkan jembatan oleh wali kota Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.