Pemkot Semarang akan Kembangkan Wisata Mangrove di Tapak

Profesor Joe Lee dari Griffith University mengunjungi desa ekowisata Tapak, Tugurejo, tahun 2014 silam. Foto metrosemarang/dok
Profesor Joe Lee dari Griffith University mengunjungi desa ekowisata Tapak, Tugurejo, tahun 2014 silam. Foto metrosemarang/dok

 

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarnag akan mengembangkan wisata mangrove yang ada di tiga kecamatan, yakni Tugu Semarang Barat dan Semarang Utara. Di tiga kecamatan tersebut, terdapat empat hutan mangrove yang ada akan dilakukan kajian dan perbaikan termasuk bagi warga sekitar yang menajdi pembudidaya hutan Mangrove.

“Wisata hutan mangrove di Kelurahan Tapak sudah terlihat bagus dan terawat karena dijadikan proyek awal pengembangan mangrove dipesisir. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah dengan pencemaran lingkungan baik dari warga sendiri maupun pabrik yang ada di sekitar,” terang Pj Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto, Selasa (3/11) sore.

Dijelaskan, Pemkot Semarang saat ini sedang fokus dalam penanganan pesisir pembangunan sabuk pantai. Pemkot akan bersinergi dengan komponen masyarakat, perguruan tinggi dan stakehokder lainnya menanam mangrove dipesisir pantai.

Selain itu, penurunan permukaan tanah di pesisir Kota Semarang juga menjadi perhatian serius. “Kami mendorong warga untuk turut menjaga pantai, salah satunya dengan cara menanam mangrove untuk menangkal abrasi,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.