Pemkot Semarang Tak Konsisten soal Pesisir Tapak Tugurejo

Suasana diskusi soal Pesisir Tapak Tugurejo di kampus Unisbank Semarang, Sabtu (31/10). Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Suasana diskusi soal Pesisir Tapak Tugurejo di kampus Unisbank Semarang, Sabtu (31/10). Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang tak konsisten dalam membuat kebijakan terkait wilayah pesisir Tapak, Tugurejo, Semarang. Pernyataan itu disampaikan oleh dosen Fakultas Hukum Unisbank, Karman dalam diskusi bertajuk “Pesisir Memanggil: Antara Privatisasi dan Pemenuhan Konstitusi Nelayan dan Masyarakat Pesisir” di kampus Unisbank lantai 8 Mugas Semarang, Sabtu (31/10).

Diskusi digelar oleh Peka Kota komunitas Hysteria dan LBH Semarang. Hadir juga Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), warga Tapak, LSM dan komunitas di Kota Semarang.

Menurut Karman, ketidakkonsistenan itu tampak pada kebijakan Pemkot. Dia mengatakan, di satu sisi Pemkot menerbitkan SK Wali Kota  untuk membentuk kelompok kerja mangrove di wilayah Tapak. Mengacu SK tersebut, Tapak sebagai wilayah konservasi dan pendidikan mangrove. Namun di sisi lain Pemkot justru menerbitkan surat rekomendasi Wali Kota Semarang pada Mei 2013 yang menjelaskan bahwa kawasan Mangrove Tapak (Kelurahan Tugurejo dan Karanganyar) menjadi kawasan industri, perumahan, wisata bahari dan lainnya.

Arifin dari Kelompok Petani Tambak dan Perkumpulan Pemuda Peduli Lingkungan Tapak  (Prenjak) mengatakan, sejak 2010, masyarakat Dukuh Tapak aktif terlibat dalam Kelompok Kerja Mangrove  Kota Semarang yang dibentuk melalui SK Wali Kota Semarang No 0604/446. Warga merehabilitasi mangrove, melakukan pengembangan budidaya perikanan dan eco wisata dan pendidikan lingkungan.

Pada 2012 kawasan Tapak melalui Prenjak bahkan menerima penghargaan Juara I lomba penghijauan kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juga Juara II  lomba penghijauan kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA) Tingkat Nasional.

“Namun upaya yang dilakukan oleh masyarakat Tapak Tugurejo mulai terusik dengan ada kebijakan yang dikeluarkan,” katanya. (arf)

You might also like

Comments are closed.