Pemkot Semarang Tetap Ingin Membangun LRT Tahun 2018

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang tetap mengharapkan bisa mulai membangun moda transportasi massal berbasis rel berupa Light Rail Transit (LRT) di tahun 2018. Meskipun dianggap saat ini belum realistis karena membutuhkan biaya yang mahal dan banyak rencana program pemerintah kota yang masih belum terealisasi.

Ilustrasi. Pemkot Semarang akan merealisasikan pembangunan LRT. Foto: metrosemarang.com

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ambar Prasetyo mengatakan, pihaknya berharap pembangunan fisik sudah mulai tahun depan. Pihaknya akan melihat Jakarta yang sudah lebih dulu memiliki LRT.

Diakui, saat ini baru melakukan studi awal, dan masih akan melakukan studi lagi seperti mengenai skema manajemen pengelolaan bisnisnya. Sebab diakui jika hanya menggunakan dana APBD Kota Semarang LRT akan sulit teralisir, sehingga harus menggandeng investor.

”Dan nanti akan ada beberapa opsi, kalau di Jakarta investasinya mencapai Rp500 miliar per 1 Kilometer, mungkin di Kota Semarang lebih kecil nilainya, misalnya investasi sekitar Rp200 miliar per 1 Kilometer. Sehingga tarifnya akan lebih terjangkau oleh penumpang,” katanya, Selasa (5/12).

Menurutnya, LRT memiliki kelebihan performance dibanding angkutan umum yang sudah ada. Seperti dalam hal kepastian keberangkatan dan kedatangan, kenyamanan, keselamatan, dan teknologi. Serta karena masih baru bisa dikembangkan sisi-sisi wisatanya.

”Harapannya LRT bisa menjadi salah satu moda transportasi yang dapat membuat masyarakat berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujarnya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Wasi Darono mengatakan, keberadaan transportasi modern seperti LRT memang tak bisa dibendung lagi. Seiring dengan perkembangan zaman. Namun dia berharap transportasi yang sudah ada tetap bisa eksis.

”Yang penting transportasi yang sudah ada saat ini tetap wajib hidup. Bagaimana caranya Pemerintah Kota Semarang harus mengakomodir dan menghidupi transportasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ada melayani masyarakat,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.