Pemkot Siap Buat Pagar Tembok di Rusunawa

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan prihatin atas kejadian jatuhnya seorang bocah hingga meninggal dunia dari lantai 3 Rusunawa Kaligawe. Ia telah memerintahkan dinas terkait mengecek seluruh fasilitas rusunawa di Semarang dan memperbaikinya.

Rusunawa Kaligawe. Seorang bocah berusia 3 tahun mengalami luka parah setelah terjatuh dari lantai 3. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Kami mewakili Pemerintah Kota Semarang ikut prihatin dengan kejadian anak kecil yang terjatuh dari lantai 3 Rusunawa Kaligawe,’’ katanya di Balai Kota Semarang, Minggu (9/4).

Ia memberi catatan evaluasi atas kejadian memilukan tersebut. Ia menyatakan sudah meminta dinas terkait untuk mengecek semua fasilitas di rusunawa yang ada di kota ini. Jika ada pagar pembatas yang rusak atau kekurangan dan kerusakan lainya harus segera diperbaiki.

‘’Kalau misalnya ada pagar yang rusak maka harus diperbaiki, juga kalau ada hal-hal lainnya yang membuat warga penghuni rusun tidak nyaman harus ditingkatkan kenyamanannya,’’ ujarnya.

Hendi, sapaan akrabnya, juga mengharapkan semua penghuni rusunawa khususnya di lantai 2 sampai 4 benar-benar bisa menjaga keluarganya. Tidak hanya anak kecil orang dewasa juga harus menjaga diri. Sebab hidup di lingkungan seperti rusunawa butuh kehati-hatian.

‘’Dengan lahan yang sempit dan tempatnya tinggi maka ketika tidak melakukan langkah kehati-hatian maka bisa terjadi kecelakaan,’’ jelasnya.

Pihaknya juga meminta keterlibatan aktif dari masyarakat jika menemukan apapun terkait dengan kerusakan infrastruktur. Diharapkan dapat segera menginfokannya kepada wali kota atau pemerintah. Bisa ketemu langsung dengan dirinya atau camat dan lurah atau bahkan lewat LaporHendi dengan SMS ke 1708, twitter dan instargram serta portal resmi pemkot di www.semarangkota.go.id .

‘’Kalau hal itu bisa dipahami bersama bisa diminimalkan kejadian-kejadian seperti itu ke depannya,’’ tegasnya.

Ditambahkan, setelah dilihat lokasi kejadian dan titik korban jatuh dari lantai 3 di Rusunawa Kaligawe, pihaknya menilai besi kolom pagar pembatas yang mestinya ada 3 ternyata hanya ada 2. Sehingga ada jarak yang longgar yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

‘’Hal itu menjadi sebuah pelajaran yang harus dievaluasi untuk segera dirapatkan. Kalau kemudian lebih baik dibuat tembok misalnya 1 meter ya tidak apa-apa, pokoknya pagar pembatas itu kalau bisa aman kuat dan secara estetika juga bisa masuk,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.