Pemkot Siap Dampingi Nugroho dalam Kasus Kolam Retensi Muktiharjo

Nugroho Joko Purwanto dianggap bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyimpangan proyek Kolam Retensi di Muktiharjo Kidul. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Nugroho Joko Purwanto dianggap bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyimpangan proyek Kolam Retensi di Muktiharjo Kidul. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan tetap mengikuti proses hukum yang berjalan terkait penetapan tersangka Kepala Dinas PSDA-ESDM Nugroho Joko Purwanto. Pendampingan hukum juga akan diberikan terhadap mantan Kepala Dinas Pasar tersebut.

Setda Adi Tri Hananto mengatakan, pihaknya berharap akan ada langkah-langkah yang terbaik terhadap kasus ini. “Kami ikuti saja sesuai proses hukum yang ada,” Adi, Rabu (27/5) pagi.

Kasus ini, diakui sedikit mempengaruhi kinerja pejabat Pemkot, khususnya di Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang. Adi juga berharap roda pemerintahan, program dan perencanaan di dinas terkait tetap berjalan sebagaimana mestinya demi kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Kota Semarang Abdul Haris mengakui, Nugroho memang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejati Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Harus diketahui pula, kasus ini masih dalam proses pemanggilan saksi-saksi dan proses hukum masih membutuhkan bukti-bukti.

Saksi-saksi yang sudah dipanggil Kejati adalah panitia lelang dan panitia penerima barang proyek pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul.

“Kami dari Bagian Hukum tetap akan berkoordinasi dengan Pak Nugroho selaku Kepala Dinas PSDA-ESDM. Apabila yang bersangkutan akan menggunakan pengacara maka Bagian Hukum, kami siap memberikan informasi masalah kasus tersebut,” kata Haris saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dia mengaku belum mengetahui apakah surat penetapan tersangka tersebut sudah diterima oleh Pemkot Semarang karena Haris masih ada kegiatan dinas di Jakarta. (ade)

You might also like

Comments are closed.