Pemkot Siapkan Kawasan Ekoeduwisata di Trimulyo

METROSEMARANG.COM – Wilayah pesisir di Trimulyo, Kecamatan Genuk akan dibangun sebagai ekoeduwisata mangrove atau wisata edukasi mangrove. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang I Gede Made Agung, saat ini masterplan, larap, amdal, dan kajian lainnya sudah diselesaikan. Sosialisasi kepada warga sekitar juga mulai dilakukan dan mereka sangat mendukung.

Pembangunan ekoeduwisata mangrove direncanakan seluas 15 hektare dari total lahan mencapai 20,2 hektare. “Pengadaan lahan dianggarkan sebesar Rp15 miliar ditargetkan akan selesai tahun ini,” katanya, Selasa (12/4).

Dia mengatakan, telah melakukan studi banding ke Surabaya dan Bali untuk kegiatan ini. Ekoeduwisata di daerah itu mampu menjadi salah satu objek wisata andalan. Dalam pembangunannya akan ada tempat budidaya mangrove, wisata susur hutan mangrove, dan lainnya yang bersifat kepariwisataan dan edukasi.

Ilustrasi wisata mangrove. Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi wisata mangrove. Foto: metrosemarang.com/dok

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Masdiana Safitri mengakui, meskipun kota pesisir namun obyek wisata pantai di Kota Semarang masih minim. Sejauh ini baru pantai di kawasan Marina yang telah dikembangkan menjadi objek wisata.

Pihaknya berharap, selain Trimulyo, wisata mangrove juga dibangun di Tapak, Kecamatan Tugu. “Di sana kami ingin dibuat juga menjadi objek wisata alam sekaligus pendidikan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, hampir sebagian besar pantai di Semarang dikuasai oleh negara, swasta, dan pribadi. Diperkirakan mencapai 60 persen dari total panjang garis pantai Kota Semarang yaitu 36,63 Km. Fakta penguasaan pesisir oleh pihak swasta ini dinilai mengurangi hak publik untuk menikmati pesisir pantai.

Menurutnya, pesisir pantai mulai dari Mangkang Kecamatan Tugu hingga Kecamatan Genuk hampir 80% sudah tidak bisa diakses publik secara bebas karena digunakan untuk pendirian tempat usaha. “Hanya sekitar 13,6 Km pantai yang bisa dinikmati dan diakses publik,” katanya. (ade)

You might also like

Comments are closed.