Pemkot Tuntut BTPN Kembalikan Uang Kasda Rp 22,7 Miliar

Polisi menunjukkan uang yang disita dari BTPN Semarang. Dalam gugatannya di PN Semarang, Pemkot menuntut BTPN mengembalikan uang deposito senilai Rp 22,7 miliar yang disimpan di bank tersebut. Foto: metrosemarang.com
Polisi menunjukkan uang yang disita dari BTPN Semarang. Dalam gugatannya di PN Semarang, Pemkot menuntut BTPN mengembalikan uang deposito senilai Rp 22,7 miliar yang disimpan di bank tersebut. Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Pengadilan Negeri Semarang menggelar sidang perdana kasus hilangnya uang deposito Pemkot Semarang yang disimpan di Bank BTPN, Kamis (4/6). Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua  Torowa Daeli, pemkot menuntut BTPN Semarang mengembalikan uang deposito sebesar Rp 22,7 miliar tersebut.

“Terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan BTPN.  Tidak ada kehati-hatian bank dalam perkara ini sehingga uang pemkot hilang,” kata kuasa hukum Pemkot Semarang John Richard dalam gugatan yang diserahkan ke majelis hakim.

Menurut Jhon Richard, kesalahan BTPN yakni menunjuk pegawainya saat itu Diah Ayu Kusumaningrum (DAK)  untuk menangani kerja sama perjanjian penyimpanan uang milik pemkot.

Apalagi DAK sendiri sekarang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Semarang dalam kasus serupa. Oleh karena itu, Pemkot Semarang menuntut BTPN mengembalikan uang Rp 22,7 miliar yang tersimpan di bank tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, pemkot juga meminta rehabilitasi atas nama baik pemkot yang sudah tercoreng karena perkara ini. Pemkot juga memohon kepada majelis hakim untuk menerbitkan perintah sita terhadap aset BTPN hingga uang deposito tersebut dikembalikan.

Menanggapi tuntutan Pemkot tersebut, kuasa hukum BTPN, Savitri Kusumawardhani mengatakan, dalam sistem transaksi BTPN, tidak pernah tercatat adanya penempatan dana sebesar Rp 22,7 miliar yang diklaim oleh pemkot.

Apalagi, kata dia, bilyet deposito atas nama Wali Kota Semarang tersebut palsu. Hal Itu berdasarkan  hasil uji laboratorium forensik yang dikeluarkan pihak kepolisian.

Mendengar tanggapan dari pihak tergugat tersebut, majelis hakim memberikan pihak penggugat untuk kembali memberikan tanggapannya. Sidang juga ditunda hingga satu pekan mendatang. (yas)

You might also like

Comments are closed.