Pemkot Turunkan Pangkat Pejabat yang Terbukti Nakal

Penandatanganan Program Komitmen Program Pengendalian Gratifikasi di Balai Kota, Rabu (20/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Penandatanganan Program Komitmen Program Pengendalian Gratifikasi di Balai Kota, Rabu (20/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Walaupun sudah dilakukan tindakan pencegahan seketat apapun, tindak pidana korupsi tidak bisa dibendung selama keinginan jahat untuk melakukannya tetap ada. Hal itu disampaikan Wali Kota Hendrar Prihadi dalam sambutannya di acara penandatanganan Program Komitmen Program Pengendalian Gratifikasi di Balai Kota, Rabu (20/5).

Oleh karena itu, Wali Kota meminta segenap anak buahnya untuk selalu sadar bahwa tugas penyelenggara negara adalah melayani masyarakat. Dia juga menanamkan pada pejabat bahwa menerima gratifikasi adalah hal yang dilarang.

Pemkot juga sudah melakukan beberapa langkah pencegahan agar tidak ada oknum nakal dalam melakukan tugasnya melayani masyarakat.

“Kami sudah pasang CCTV di tempat pelayanan publik. Kami juga memberikan akses seluas-luasnya pada masyarakat terkait informasi-informasi penting agar masyarakat juga tidak memberikan gratifikasi kepada pejabatnya,” kata dia.

Pihaknya bahkan sudah menindak tegas beberapa pejabat yang terbukti telah melakukan tindakan tersebut. “Pejabat tersebut kami tunda kenaikan pangkatnya atau kami turunkan pangkatnya,” tutup Hendrar. (ade)

You might also like

Comments are closed.