Pemprov Jateng Segera Tetapkan Tarif Angkutan Online

METROSEMARANG.COM – Dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menetapkan tarif untuk angkutan sewa khusus atau online per 1 Juli 2017 mendatang.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Akhmad Syaifillah
Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Akhmad Syaifillah seusai menggelar rapat koordinasi Dishub se-Jateng di Kantor Dishub Jateng, Jalan Siliwangi, Semarang, Rabu (5/4).

“Sesuai dengan Revisi Peraturan Menteri Perhubungan No. 32 Tahun 2016 dan PM No. 26 Tahun 2017 kami dari Pemprov Jateng diminta untuk menetapkan tarif untuk angkutan dengan cara sewa khusus atau online,” ujar Akhmad.

Akhmad mengatakan kini pihaknya sedang berupaya menentukan tarif yang sesuai untuk angkutan tersebut. Pihaknya juga telah menyiapkan formulasi perhitungan yang menyesuaikan dengan biaya operasional angkutan daring serta kebutuhan masyarakat.

“Bisa saja nanti tarif angkutan online lebih mahal dari sekarang. Tapi, bisa juga lebih murah. Yang pasti akan kami sesuaikan dengan tarif angkutan konvensional,” tambah Akhmad.

Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut juga membahas mengenai kuota untuk angkutan online. Akhmad mengatakan penentuan kuota angkutan bukanlah persoalan mudah, pasalnya akan menyangkut kebutuhan banyak orang.

“Di online hampir semua orang (driver) memiliki kendaraan, terutama roda empat bisa menjual jasanya. Oleh karena itu, kami harus kaji secara benar dan melakukan pendataan secara tepat,” kata Akhmad.

Sementara itu, lanjut Akhmad, di Jawa Tengah ada beberapa kabupaten/kota yang pertumbuhan transportasi online berkembang sangat cepat. Daerah tersebut yakni Semarang, Solo, Kota Pekalongan, Purwokerto, Tegal, dan Kudus.

Rencananya, para penjual jasa angkutan online diharuskan mengurus perizinan. Mereka juga akan mendapatkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) khusus dari kepolisian.

“Selain itu juga akan dilengkapi peralatan khusus yang diletakkan di dasbor agar kami mudah melakukan pengawasan, angkutan online mana yang sudah terdaftar dan mana yang belum,” tutup Akhmad. (fen)

You might also like

Comments are closed.