Pemuda Ini Mengaku Dua Tahun Edarkan Sabu, Dipasok dari Jakarta

METROSEMARANG.COM – Ari Rusmanto, bandar narkoba yang dibekuk Polrestabes Semarang, diketahui sudah dua tahun terakhir mengedarkan sabu dan ekstasi di Semarang. Ia dibekuk di pinggir jalan Perumahan Puri Gedawang Indah, Banyumanik, Semarang pada Selasa (7/2) lalu.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan Ari memang sudah sejak lama menjadi target operasi. “Kemudian pada saat ia keluar dari rumahnya dilakukan penyergapan dan didapat di badannya pada saat itu membawa sabu dan ekstasi,” ujar Abi saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (13/2).

Saat ditangkap Ari membawa delapan paket sabu sebanyak 3,5 gram yang berada di dalam tasnya. Selain itu polisi juga mendapatkan barang bukti lain saat melakukan penggeledahan di rumahnya usai penangkapan.

Barang bukti tersebut yakni 436 butir ekstasi, 178,5 gram sabu, 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastik clip kosong, serta uang tunai senilai Rp 1.840.000. Dan ini merupakan stok terbesar selama dua tahun Ari menjadi pengedar narkoba.

Dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan barang tersebut dengan mendatangi  T di Jakarta. “Di Jakarta Pak, di Cileduk daerah Tangerang Selatan,” ucapnya.

Ari ke Jakarta menemui T yang saat ini masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan menumpang bus. Ia juga mengakui baru sekali bertemu dengan T, namun sudah sering berkomunikasi melalui telepon.

Ari mengatakan membeli 1 gram sabu seharga Rp 1 juta dan mendapat keuntungan Rp 300-400 ribu dari hasil penjualannya. Untuk ekstasi ia jual dengan harga Rp 100 ribu per butir. Ia mengedarkan barang haram ini di wilayah Kota Semarang.

Atas perbuatannya, Ari dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sementara T kini masih dalam pencarian. (fen)

You might also like

Comments are closed.