Pemuda Pancasila Ingin Hilangkan Stigma Organisasi Preman

METROSEMARANG.COM – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Semarang Joko Santoso menegaskan bahwa PP bukan sebuah organisasi preman. Dia berkomitmen ingin melepaskan stigma negatif itu dengan meningkatkan aktifitas sosial.

Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Joko Santoso (berbaju putih) sedang memberi sambutan dalam sebuah acara pemberian santuan bagi warga kurang mampu di Kecamatan Semarang Barat, belum lama ini. Foto: istimewa

Salah satu di antaranya telah dilakukan pembagian sembako bagi warga kurang mampu pada peringatan HUT ke-58 PP di Balaikota Semarang baru-baru ini. Menurut Joko, PP merupakan lembaga dan organisasi massa berbasis pengkaderan bukan organisasi preman.

”Stigma sebagai organisasi preman yang melekat dalam beberapa tahun silam sudah saatnya dipangkas habis. PP ini organisasi yang didirikan oleh Abdul Haris Nasution, pada tanggal 28 Oktober 1959,” katanya, Kamis (16/11).

Joko berkomitmen ingin memunculkan perwajahan baru organisasi PP yang lebih natural, terpelajar, terdidik, intelektual, dan berorientasi pada pengembangan mutu kualitas serta kuantitas SDM. Organisasi ini akan mendukung kesuksesan pembangunan di segala sektor.

PP anggotanya berasal dari segala profesi, karenanya organisasi ini akan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan tidak akan melulu pada peningkatan kualitas internal organisasi, tapi juga akan sering menyelenggarakan kegiatan sosial.

”Untuk menepis stigma negatif, kami terus lakukan kegiatan positif yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu saatnya kini gunakan akal bukan okol (otot,red),” tegasnya.

Joko yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini pun mengimbau, seluruh jajaran pengurus dan kader organisasi PP Semarang untuk senantiasa bersandar dan berpedoman pada nilai-nilai luhur Pancasila.

”Yakni harus mampu menjadi panutan, suri tauladan di tengah-tengah lingkungan kehidupan masyarakat,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.