Pemutusan Listrik Pasar Kobong Gagal

pasar kobong
Ketua Bidang Advokasi Hukum PPJP Pasar Rejomulyo Zainal Abidin Petir mewakili para pedagang melakukan negoisasi  dengan Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto di Pasar Rejomulyo soal pemutusan listrik di pasar tersebut, Kamis (3/5).  (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

 

 

METROSEMARANG.COM – Pemutusan sambungan listrik di Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong gagal dilakukan setelah adanya blokade dari para pedagang di lokasi pasar. Pihak PLN Area Semarang menyebutkan tidak berani memutus aliran listrik di pasar karena ada upaya hukum dari pedagang yang masih berlangsung.

Setelah kalah di PTUN Semarang atas gugatannya kepada Pemkot Semarang, para pedagang ternyata telah melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali atau PK di Pengadilan Negeri Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya baru mengetahui jika ada somasi atau peninjauan kembali atas putusan PTUN yang memenangkan pemkot. Pihaknya juga mempertanyakan pedagang yang bisa dapat akses langsung ke PLN.

Baca Juga: Listrik akan Diputus, Pedagang Pasar Kobong Mengadang

‘’Hari ini tidak jadi ada eksekusi karena kami menghormati perkara perdata yang dilayangkan pedagang. Kami tidak mengetahui jika pedagang bisa dapat langsung akses ke PLN,’’ kata Fajar Purwoto.

Batalnya eksekusi pemutusan sambungan listrik ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya juga pernah gagal dilakukan karena pihak PLN tidak berani memutus aliran listrik di pasar tersebut.

Namun Fajar kembali menegaskan, pedagang ikan basah dipersilhkan jika tetap ngotot tidak mau pindah ke Pasar Rejomulyo Baru. Tetapi jangan pernah menghalangi pembangunan di area Pasar Kobong yang rencana dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Dia juga mempersilahkan pedagang melakukan upaya hukum PK setelah ditolak upaya bandingnya di PTTUN Surabaya. Namun pihaknya akan menjadikan bangunan Pasar Rejomulyo Baru untuk para pedagang baru jika pedagang ikan basah tidak mau pindah.

‘’Biar nanto sial bangunan Pasar Kobong menjadi ranah Bagian Aset Pemkot Semarang atau Satpol PP untuk bergerak,’’ tegas Fajar.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Hukum PPJP Kota Semarang yang mendampingi aksi demontrasi para pedagang, Zaenal Abidin Petir mengakui, sejak malam harinya mewakili pedagang dirinya telah melakukan konsolidasi dengan Manajer PLN Area Semarang.

Ia menyampaikan kondisi sebenarnya dan meminta agar hari ini tidak ada pemutusan listrik di Pasar Kobong. Hingga akhirnya pemutusan listrik di Pasar Kobong tidak jadi dilakukan dan pihaknya memberikan apresiasi kepada PLN.

‘’Sesuai Undang-Undang Nomer 30 tentang Konsumen, pedagang berhak mendapatkan listrik. Apalagi kami sedang melakukan upaya hukum PK ke PN Semarang. Pemkot harus menghormati proses hukum yang berjalan,’’ tandasnya.

Sebelumnya, ratusan buruh dan pedagang ikan basah telah menggelar aksi menolak pemutusan listrik di Pasar Kobong dengan membawa berbgai poster. Setelah berhasil membuat PLN membatalkan pemutusan listrik mereka juga melakukan aksi balaikota. (duh)

I

Attachments area

You might also like

Comments are closed.