Pendapatan Pajak Tumbuh 1,99%

*Di Kanwil DJP Jateng I

SEMARANG- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I mencatat, hingga Kamis (8/10/2020), pencapaian kinerja pendapatan pajak naik 1,99% dibandingkan akhir tahun lalu. Pencapaian tersebut menjadikan Kanwil DJP Jateng I sebagai peringkat dua Kanwil DJP se-Indonesia yang mengalami pertumbuhan positif di bulan September, setelah Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau yang tumbuh 2%.

Kepala Kanwil DJP Jateng I, Suparno mengatakan, sebelumnya pada awal tahun 2020, Kanwil DJP Jateng I mendapat target sebesar Rp34,2 Triliun. Namun, seiring terjadinya pandemi Covid-19, APBN-P menurunkan target pendapatan menjadi Rp26,5 Triliun.

“Pencapaian pajak sampai dengan Kamis (8/10/2020) tercatat sebesar 71,48% dari target,dengan pertumbuhan 1,99%,” katanya, disela Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Propinsi Jawa Tengah, di PO Hotel Semarang, Kamis (8/10/2020).

Suparno menuturkan, faktor yang mendukung kinerja Kanwil DJP Jawa Tengah I antara lain adalah cukai rokok yang tahun 2020 mengalami kenaikan, dan juga PPN atas hasil industri tertentu yang meningkat. Peranan dari industri tembakau ini sekitar 32%, dan ini akan mewarnai industri pengolahan di Jawa Tengah yang tumbuh sekitar 11,6%, dimana 66% disupport dari industri hasil tembakau.

“Sedangkan untuk industri pengolahan lainnya tumbuh sekitar 5% sampai dengan 6%. Setelah ditelusuri, ternyata industri makanan dan minuman yang masih menopang kinerja dan pertumbuhan di Kanwil DJP Jawa Tengah I, dan industri-industri lain yang memanfaatkan,” terangnya.

Dari gambaran realisasi tersebut, lanjutnya, kira-kira yang dominan menyumbang penerimaan sebanyak 42% yaitu dari PPN atau sekitar Rp7, 9 Triliun, dengan pertumbuhan sekitar 3,9%. Sedangkan kontribusi kedua berasal dari PPh Pasal 21 yang terdapat insentif di dalamnya, dengan sumbangan peran sekitar 14%, atau tumbuh 4,5%.

Menurutnya, Kanwil DJP Jawa Tengah I juga mengikuti pengembangan NLE dengan mengembangkan suatu ICT (Information and Communication Technology) terkait pengawasan wajib pajak di Kanwil DJP Jawa Tengah I. Langkah tersebut dilakukan dengan memetakan signal-signal ekonomi, sehingga wajib pajak akan dengan mudah di awasi dengan sinergi dengan Kanwil Direktorat Bea dan Cukai.

Sementara itu, Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Propinsi Jawa Tengah dipimpin oleh Fathan Subhi, dari Fraksi Kebangkitan Bangsa. Kunjungan kerja berlangsung sejak 7 – 11 Oktober 2020, dan membahas  persiapan pelaksanaan National Logistic Ecosystem (NLE).(ris)

Leave A Reply