Pendapatan PBB Diyakini Tetap Mencapai Rp 440 Miliar

METROSEMARANG.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang tetap yakin bisa meraih pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 440 miliar di tahun 2018. Meskipun terdapat kebijakan gratis membayar PBB bagi wajib pajak dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) di bawah Rp 130 juta.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana
Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi A Mardiana menerangkan, pembayar PBB di bawah NJOP Rp130 juta memang akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak mulai Januari 2018. Ini merupakan kebijakan dari Walikota Semarang untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Adanya kebijakan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penurunan pendapatan pajak daerah khususnya PBB. Sebab nantinya akan ada subsidi silang, yaitu wajib pajak dengan NJOP lebih dari Rp130 juta khususnya yang objek pajaknya berada di daerah-daerah strategis seperti di jalan protokol akan dinaikkan.

”Jadi ada subsidi silang, jadi untuk daerah-daerah tertentu NJOPnya disesuaikan, karena selama ini NJOP di Kota Semarang masih jauh di bawah harga pasaran,” kata Yudi A Mardiana, Jumat (6/10).

Pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Pertanahan untuk menentukan Zona Nilai Tanah (ZNT), dalam rangka menyesuaikan NJOP. Nantinya wajib pajak dan juga notaris harus taat pada aturan ZNT tersebut.

”Subsidi silang yang kurang penghasilannya dibebaskan (gratis), tapi sebaliknya yang di jalan-jalan protokol disesuaikan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah menghitung ada sekitar 30-35% dari 500 ribuan wajib pajak yang akan digratiskan PBBnya. Terbanyak di daerah penyangga seperti Kecamatan Gunungpati, Mijen, dan Tembalang.

”Tapi dengan adanya penyesuaian (kenaikan NJOP) kita sudah hitung, dari target 2018 sekitar Rp380-400 miliar insyaAllah nanti kita bisa mencapai Rp440 miliar,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.