Pengadilan Dominasi Praktik Suap di Semarang

METROSEMARANG.COM – Aparat penegak hukum pengadilan mendominasi praktik suap atau pemerasan di Kota Semarang. Berdasarkan temuan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) bersama Indonesian Corruption Watch (ICW) hingga pertengahan tahun ini menyatakan permintaan uang tidak resmi paling umum dilakukan di instansi kepolisian dan pegawai negeri sipil (PNS).

Ilustrasi

Tetapi menurut Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho, lantaran kerap berhubungan dengan lembaga layanan dokumen administrasi dengan prosentase terbanyak mencapai 52 persen dan pernah dimintai uang suap dengan lembaga pengadilan.

“Jumlah suap atau pemerasan rata-rata senilai Rp 112 Ribu,” ungkap Widhi, Rabu (26/7).

Temuan tersebut merupakan hasil survei publik yang digelar pihaknya dalam rentang waktu April hingga Juli 2017. Survei yang ia lakukan menyeluruh mencakup 35 kabupaten/kota.

Meski begitu, katanya masyarakat justru menganggap bahwa hampir 69 persen aksi suap-menyuap dalam bentuk uang maupun pemberian barang merupakan pelicin alias tanda terima kasih ketika berhubungan dengan pemerintah daerah.

Ia menyebut pria mendominasi praktek suap. Prosentasenya sekitar 72 persen. Uang suap yang diberikan berkisar pada angka Rp 3 Juta.

“Daerah paling banyak melakukannya berada di kawasan urban,” terangnya.

Ia pun mempertanyakan citra positif pemerintah untuk serius memerangi tindak pidana korupsi termasuk penyuapan.

Sebab, ia melihat terdapat grafik meningkatnya keseriusan pemerintah hanya 49 persen bila dibanding tren tahun lalu masih 52 persen.

“Sektor tindak pidana korupsi paling banyak ditemukan saat mengurus kelengkapan administrasi publik. Karena prosentasenya naik dari 36 persen di tahun 2016, kini jadi 44 persen,” bebernya.

Karenanya, ia mendorong kepada Presiden Jokowi, kepala daerah, kepolisian dan jaksa untuk membuat rencana strategis merancang strategi memberantas korupsi.

“KPK sebagai lembaga kepercayaan publik masih jadi tonggak pencegahan korupsi di Indonesia,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.