Pengalaman Turis Florida Membatik di Sanggar Batik 16

Pesiar Cruise Asia

Memperlihatkan proses membatik hingga mengajarkan cara membatik yang benar merupakan bagian dari kegiatan saat ada kunjungan.

SELASA, 13 November 2018 sekitar pukul 09.00, kapal pesiar Cruise Asia bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sejurus kemudian para penumpang yang merupakan turis-turis mancanegara bersiap menjelajah Kota Semarang. Siang, sesuai jadwal, mereka tiba di satu sanggar batik yang ada di Meteseh, Kecamatan Tembalang.

Di sanggar bernama Sanggar Batik 16 itu, mereka melihat proses pembuatan batik tulis dan batik cap. Turis-turis dari berbagai negara, seperti Jerman dan Amerika Serikat itu takjub, lantaran belum pernah melihat pembuatan batik sebelumnya.

“Sangat menakjubkan, saya belum pernah melihat budaya seperti ini sebelumnya,” ujar salah seorang wanita di antara mereka, Judy Sefer.

sanggar batik semarang
Turis yang menumpang kapal pesiar Cruise Asia berkunjung ke Sanggar Batik 16, Semarang. (foto: metrosemarang/Efendi)

Judy berasal Florida, Amerika Serikat. Ia mengatakan dirinya sangat antusias menyaksikan langkah-langkah pembuatan batik. Mulai dari menggambar sketsa di kain polos, mencanting, hingga meluruhkan malam.

Tak cukup melihat, beberapa wisatawan mancanegara itu juga menjajal membatik. Meski tampak kaku, tentu saja karena ini pengalaman pertama, tapi mereka terus saja mengerjakannya. Beberapa pembatik membimbing dan memberi tahu cara membatik yang benar.

“Banyak yang suka dengan kerajinan batik di sini. Ada juga (turis) yang mencoba mencanting. Sepertinya mereka sangat tertarik,” kata Swadri Tatag Sepanto, Kepala Sanggar Batik Semarang 16.

Sanggar batik semarang
Para wisatawan mancanegara antuias melihat proes membatik. Ini pengalaman pertama bagi mereka. (foto: metrosemarang/Efendi)

Adri, sapaan Swardi, menyebut kunjungan turis asing ke sanggar yang dikelolanya ini adalah kunjungan yang kesekian kalinya. Biasanya, waktu kunjungnya lebih lama dari kunjungan Selasa siang itu. Memperlihatkan proses membatik hingga mengajarkan cara membatik yang benar merupakan bagian dari kegiatan saat ada kunjungan.

“Karena hari ini waktu kunjungan mereka sangat singkat, jadi hanya melihat saja. Ada beberapa yang mencoba mengikuti membatik, tapi tidak begitu detail. Kalau yang durasinya lama, biasanya kami juga memberi pelatihan, mereka terlibat langsung dalam pembuatan batik,” Adri menerangkan.

Menurutnya, kunjungan turis mancanegara seperti ini sangat berarti. Kesempatan itu dapat digunakan untuk memperkenalkan budaya asli Indonesia, agar diketahui masyarakat luas. Dengan begitu, lanjut Ardi, Indonesia bisa dikenal sebagai negara yang mempunyai kebudayaan yang baik. Salah satunya budaya batik.

Terbukti, kesan-kesan baik muncul dari para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sanggar Batik 16. “Sangat berkesan. Saya baru pertama kali ke Indonesia. Di negara saya tidak ada budaya seperti ini. Ini sangat menakjubkan,” Judi Sefer memberi kesan sebelum berpamitan. (*)

You might also like

Comments are closed.