Pengamat: Koalisi PKS-Golkar-Demokrat Jangan Jadi ‘Tukang Ojek’

M Yulianto Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
M Yulianto
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Koalisi terbesar di Kota Semarang yang terdiri dari tiga partai, yakni PKS-Golkar-Demokrat yang memiliki 17 kursi di Semarang dinilai terlambat oleh pengamat politik Undip, M Yulianto. Diketahui sebelumnya bahwa partai lain sudah memiliki bakal calon, bahkan sudah memiliki target suara yang akan diraih.

“Melihat kondisi ini, PKS-Golkar-Demokrat arahnya apakah benar-benar bertekad untuk jadi pemenang atau hanya sebagai pelengkap (dalam Pilwakot),” kata Yulianto setengah bertanya, Kamis (30/4) siang.

Dia menyarankan agar koalisi ini tidak hanya menjadi ‘tukang ojek’ bagi para calon atau hanya mengantarkan bakal calon sampai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Yang terpenting saat ini adalah melihat figur yang saat ini populer di masyarakat. Banyak yang menilai, yang satu stagnan, cari aman dan yang satu mempunyai masalah di masa lalu. Celah koalisi ini adalah mencari figur yang tidak mempunyai sikap seperti di atas,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.