Pengembang Kesulitan Bangun Rumah Bersubsidi di Semarang

METROSEMARANG.COM – Pengembang perumahan sudah kesulitan untuk membangun rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi di Kota Semarang. Hal itu karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Sejumlah stan properti mengikuti pameran Property Expo Semarang II di Mall Ciputra Semarang, 15-26 Februari 2018. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Direktur PT Kini Jaya Indah, Dibya K Hidayat mengatakan, Semarang sudah tidak ada pembangunan rumah untuk FLPP.

‘’Kondisi itu karena harga tanah untuk membangun rumah bersubsidi itu sudah tidak terjangkau,’’ ungkapnya di sela pameran Property Expo Semarang II di Mall Ciputra Semarang, Jumat (16/2).

Harga tanah untuk membangun rumah bersubsidi maksimal Rp 200 ribu/meter persegi. Sedangkan sekarang harga tanah di Semarang minimal mencapai Rp 100 ribu/meter persegi.

‘’Kendala ini tentu dirasakan para pengembang karena harga produksi tidak sesuai dengan harga jual rumah FLPP yang dipatok seharga Rp 130 juta,’’ tuturnya.

Kendati demikian, pengembang melakukan berbagai upaya agar bisnis properti tetap tumbuh dan mendorong daya beli konsumen.

‘’Kami berupaya untuk tetap menahan harga agar tetap terjangkau. Salah satu caranya dengan memperkecil luas bangunan rumah,’’ kata Dibya.

Sementara itu, pada Property Expo Semarang II/2017 yang digelar pada 15-26 Februari 2018 itu diikuti oleh 17 peserta. Adapun, terdiri atas 11 pengembang, tiga building material dan springbed.

‘’Kami mulai memasukkan stan yg berhubungan dengan property pada pameran tahun ini. Sebab, dalam sebuah bangunan properti banyak sekali kebutuhan untuk mengisi di dalamnya. Sehingga kami menggarap pasar tersebut,’’ jelas Dibya yang juga Ketua Panitia Property Expo Semarang.

Terkait target, panitia menargetkan dapat menjual 60 unit rumah pada pameran tersebut. (ang)

 

You might also like

Comments are closed.