Pengenalan Lingkungan Sekolah, Polisi Serukan Bahaya Bullying

METROSEMARANG.COM – Memasuki tahun ajaran baru 2017, sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Semarang mulai menggelar program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi ratusan siswa setempat.

MPLS di SMP 2 Semarang, Selasa (18/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kegiatan pengenalan sekolah dimaksudkan untuk memberikan berbagai penyuluhan mengenai kehidupan tertib di lingkungan sekolah, bahaya penggunaan obat-obatan terlarang hingga bahaya tindakan perploncoan (bullying).

Di SMP Negeri 2 Semarang, kegiatan pengenalan sekolah digelar oleh tim gabungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Timur.

“Seru banget acara pengenalan sekolahnya. Tadi ada beberapa polisi yang ngasih penyuluhan tentang bahaya narkoba dan upaya penanganannya,” ungkap Parsa Ghania Maheswari, seorang siswa baru di SMP Negeri 2 Semarang saat mengikuti MPLS di sekolahnya, Selasa (18/7).

Ghania, panggilannya mengatakan acara MPLS dimulai dengan upacara bendera di halaman sekolah pada hari pertama. Kemudian hari kedua dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya kenalan remaja  yang digelar di aula sekolahnya.

Suasana yang cair membuat Ghania semangat mengikuti setiap kegiatannya. “Kakak kelasnya baik-baik kok. Saya malah diajak keliling sekolah, diajari apa itu bela negara sampai dikasih tahu jam belajar reguler dan ekstrakulikulernya,” kata siswi berusia 13 tahun ini.

Sedangkan Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas S memperkenalkan program pengenalan lingkungan sekolah dengan mengkampanyekan bahaya kenakalan remaja sekaligus dampak buruk penggunaan narkoba, miras serta pergaulan bebas.

Tak hanya itu saja, katanya. Ia pun menekankan kepada para siswa baru agar menjauhi aksi balapan liar yang membahayakan nyawa di jalan raya.

“Upaya tersebut dilakukan demi mencegah kenakalan remaja sejak dini,” terangnya. Pihaknya juga mengimbau kepada pengelola SMP Negeri 2 agar memperketat pengawasan untuk menekan aksi bullying.

“Apalagi belakangan ini aksi bullying sedang marak di beberapa daerah. Jika masih ada bullying ditambah lagi terdapat unsur pidana maka akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Sudaryono Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 2 Semarang menyatakan terdapat 288 siswa baru yang ikut program MPLS.

Dalam kegiatan tersebut, ia mengaku tak segan untuk menjatuhkan sanksi tegas bagi para senior yang kedapatan melakukan bullying selama kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. “Jika nekat melanggar aturan selama MPLS, maka hukuman terberatnya dikeluarkan dari sekolah,” paparnya.

“Ketimbang melakukan tindakan yang mengandung unsur SARA dan kekerasan, lebih baik kami menumbuhkan kebersamaan antar siswa. Kami menanamkan ahlaq yang baik sehingga siswa mampu menunjukan prestasi-prestasinya,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.