Pengendara Motor Paling Banyak Langgar Lalu Lintas di Semarang

METROSEMARANG.COM – Operasi Keselamatan Candi 2018 yang digelar pada 5-25 Maret menjaring 20.669 pelanggar lalu lintas. Pengendara sepeda motor masih menduduki peringkat teratas pelanggaran di Semarang.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardhi. Foto: metrosemarang.com/efendi

“Selama pelaksanaan operasi ini ada 20.669 pelanggar, sebagian besar hanya mendapatkan teguran, tapi untuk 3.404 pelanggar kami lakukan tindakan berupa penilangan,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi di Pos Satlantas Polrestabes Semarang, Simpang Lima, Kamis (29/3).

Ardi mengatakan, sebagian besar pelanggaran yang dilakukan ialah tidak memakai helm untuk pengendara sepeda motor dan tidak mengenakan sabuk pengaman untuk pengendara mobil.

“Banyak juga pengendara sepeda motor yang melawan arus, terus pengendara mobil yang menerobos lampu merah,” imbuh Ardi.

Tercatat sebanyak 2.382 pelanggaran oleh pengendara motor dan 532 pelanggaran mobil penumpang. Selain itu, 249 pelanggaran angkutan barang dan 241 pelanggaran bus.

Ada sebanyak 779 pengendara sepeda motor yang melanggar dengan tidak memakai helm, kemudian sebanyak 229 pengendara yang menerobos arus.

Sedangkan pengendara mobil sebanyak 180 pelanggar tidak mengenakan sabuk pengaman, kemudian sebanyak 175 pengendara melanggar trafficlight.

“Memang operasi kali ini kami berusaha mengedepankan sisi edukasi dan tindakan preentiv. Untuk setelah ini kami akan melakukan operasi normal dan tindakan juga akan kami galakkan,” pungkas Ardi. (fen)

You might also like

Comments are closed.