Pengerjaan Underpass Jatingaleh Diusulkan Malam Hari

Proyek Underpass Jatingaleh diperkirakan akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut. Pengerjaan proyek ini diusulkan pada malam hari. Foto: metrosemarang.com/dok
Proyek Underpass Jatingaleh diperkirakan akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut. Pengerjaan proyek ini diusulkan pada malam hari. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Underpass Jatingaleh yang diprediksi rampung hingga akhir 2016 mendatang dipastikan akan mempengaruhi lalu lintas yang merupakan jalur utama penghubung kota dan Tembalang. Apalagi jika proyek tersebut dilakukan pada siang hari atau pada jam aktivitas warga Semarang.

Menurut Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, pengerjaan Underpass Jatingaleh sebaiknya dilakukan pada malam hari agar tak mengganggu arus lalu lintas.

“Kalau dikerjakan pada malam hari akan mengurangi kemacetan yang ditimbulkan ketimbang dibangun pada siang hari, apalagi jam sibuk. Mahal sedikit tidak apa-apa daripada mengorbankan aktivitas ekonomi warga Semarang,” kata dia, Selasa (15/9).

Dia juga menyoroti hak pejalan kaki yang hilang dalam pembangunan proyek tersebut. Dia menyayangkan hal tersebut dan prihatin jika pejalan kaki diharuskan ikut turun ke jalan raya dan berisiko terserempet kendaraan yang melintas.

“Dewan juga jangan memberikan tanggapan saja, tapi juga memberikan tindakan. Misalnya dengan memberikan akses khusus bagi para pejalan. Keselamatan para pengguna jalan di pembangunan Underpass Jatingaleh juga tanggungjawab Pemerintah Kota Semarang,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Jembatan Jatingaleh merupakan akses utama para pengguna jalan menuju ke arah pusat kota maupun pusat kota. Selain itu jalur tersebut juga merupakan jalur utama menuju Yogya-Solo tanpa melalui tol.

Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan proyek Underpass Jatingaleh. Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana mengatakan, selama proses rekayasa lalu lintas di Jatingaleh tersebut, pihaknya lebih memprioritaskan penataan lalu lintas untuk kendaraan roda dua.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat dan kendaraan besar dari arah selatan akan diarahkan. untuk masuk ke Tol Tembalang melalui pintu tol Sukun Banyumanik dan pintu tol arah Undip Tembalang.

Sedangkan, untuk lebih mendukung kelancaran selama proyek berlangsung, jalur Gombel Baru dan Gombel lama akan dijadikan satu arah. Dengan demikian, pengendara dari Srondol akan diarahkan lewat Gombel Lama. (ade)

You might also like

Comments are closed.