Pengoperasian BRT Koridor VII Tinggal Menunggu Pemenang Lelang

METROSEMARANG.COM – Persiapan pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor VII yang ditargetkan tahun ini diklaim berjalan baik. Kebutuhan armada bus dan shelter atau halte serta pengurusan administrasi sudah siap.

Ilustrasi. Pengoperasian BRT Koridor VII tinggal menunggu pemenang lelang. Foto: metrosemarang.com/dok

Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, setidaknya 38 shelter sudah disiapkan untuk menunjang pengoperasian koridor baru tersebut. Ditambah ada sebanyak 10 shelter untuk cadangan.

‘’Jumlah shelter di sepanjang koridor VII nantinya juga bisa ditambah jika diperlukan. Misalnya apabila ada permintaan dari masyarakat selaku pengguna jasa,’’ kata Ade Bhakti, Kamis (15/3).

Dia menuturkan, shelter tersebut menggunakan model portabel tipe A atau berukuran besar. Tapi nantinya di shelter yang penumpangnya padat akan dibangun menjadi shelter permanen.

Sedangkan untuk persiapan armada, Ade Bhakti menjelaskan sudah disiapkan sebanyak 15 unit BRT Trans Semarang. Pengurusan administrasi yaitu surat-surat kendaraannya juga sudah selesai dilakukan.

‘’Saat ini tinggal menunggu proses lelang (untuk operatornya) yang ditargetkan pertengahan Maret 2018 ini sudah bisa ditentukan pemenang tendernya,’’ katanya.

Seperti diketahui, rute koridor VII Trans Semarang nanti adalah dari Terminal Terboyo-Kaligawe-Jalan Woltermonginsido-Jalan Soekarno-Hatta (Arteri)-Lapak Sementara Pasar Johar di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Dari Lapak Sementara Pasar Johar kemudian dilanjutkan ke Jalan Pattimura-Kota Lama-Jalan Pemuda-Tugu Muda-Imam Bonjol, dan kembali rute semula menuju Terminal Terboyo Semarang.

‘’Koridor baru Trans Semarang ini memiliki jarak tempuh 41,6 kilometer, dan memiliki pool hanya di Terminal Terboyo Semarang,’’ tegas Ade Bhakti. (duh)

You might also like

Comments are closed.