Penguatan Modal Sosial Melalui Penerapan 3 M Sebagai Upaya Mitigasi Pandemi Covid-19

Oleh : Gadih Arcinka Wahyu Ismail, Mahasiswa Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang

Pandemi Covid-19 yang merebak sejak awal Maret 2020 mempengaruhi berbagai
aktivitas masyarakat. Di Indonesia sendiri tidak luput dari persebaran Covid-19, dalam hal ini berbagai pihak menyikapi dan berupaya semaksimal mungkin. Kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 perlu ditingkatkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dimasa pandemi saat ini protokol kesehatan sangat penting guna memutus rantai penyebaran virus corona. Menurut dr. Daniel 3M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak menjadi kunci penting dalam mencegah penularan Covid-19. Dengan menerapankan budaya 3M menjadi salah satu upaya mitigasi bencana non-alam guna mencegah penyebaran virus corona.

Mitigasi non-alam yakni bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian
peristiwa non-alam yang diantaranya berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Wabah penyakit yang mengubah pola kehidupan manusia dan telah menyebar ke hampir seluruh negara ini bermula dari Provinsi Wuhan, Cina. Penyakit ini menyebar melalui pernapasan dari orang yang telah terpapar.

Indonesia sebagai negara terpadat dengan
letak geologis dan geomorfologis menyebabkan Indonesia memiliki banyak pulau dengan bentang alam yang beragam hal tersebut dapat memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat dan diprediksi pandemi ini memiliki penderitaan yang memakan waktu lama di Indonesia.

Berkenaan dengan peran pembelajaran IPS dalam upaya mitigasi bencana non-alam
covid-19 ini adalah sebagai upaya sosialisasi mengenai pentingnya upaya mitigasi untuk
menghindari penyebaran pandemi semakin luas dengan membudayakan 3M yakni Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Penerapan 3M ini merupakan salah satu cara upaya mengurangi risiko penyebaran covid-19. Dalam hal ini penerapan 3M merupakan jenis mitigasi stuktural dimana masyaraktnya bekerja sama untuk menerapkannya pada lingkungannya melalui pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan tersebut. Dengan begitu penerapan 3M ini dapat menjadi modal sosial yang termasuk kedalam jejaring sosial dan rasa saling percaya untuk memegang peranan yang penting dalam mitigasi pandemi covid-19.

Penerapan budaya 3M ini merupakan cara yang paling mudah dalam menguatkan
modal sosial masyarakat dalam situasi pencegahan covid-19. Karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapakan protokol kesehatan sangat mudah dalam memperluas penyebaran covid-19, kita ketahui bahwasannya penularan virus corona ini sangat cepat dan dapat terjadi dengan tidak adanya gejala. Maka dengan menerapkan budaya 3M diharapkan dapat membawa masyarakat terhindar dari virus covid-19. Semakin cepat beradaptsi dengan kebiasaan baru yakni protokol kesehatan, semakin cepat pula kita mengakhiri pandemi ini.(*)

Comments are closed.