Pengurangan Air Tanah di Semarang Relatif Kecil

Ilustrasi
Ilustrasi

 

METROSEMARANG.COM – Pengurangan air tanah di Kota Semarang disebut mencapai 44.500 meter kubik saban harinya. Angka itu menurut  pakar hidrologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nelwan masih relatif kecil jika dibandingkan luasan wilayah Kota Semarang.

“Kalau 40.000 an itu sesungguhnya masih kecil jika dibandingkan luas Kota Semarang yang mencapai 400 kilometer persegi,” katanya kepada metrosemarang.com, Sabtu (31/10).

Menurut dia, pengurasan air tanah sebanyak itu masih bisa ditanggulangi dengan cadangan air tanah yang masih. Meski demikian, jumlah itu menurutnya tak bisa disepelekan. Hal itu mengingat kebutuhan air yang meningkat begitu cepat.

“Perlu dipikirkan pengisian ulang air tanah. Di India dan negara lainnya sudah melakukan,” katanya.

Menurut dia, upaya pengisian kembali air tanah perlu digerakkan. Hal itu bisa dilakukan dengan membuat sumur berukuran besar pada aliran sungai. Sumur dibuat sampai ke lapisan keras aquival agar air bisa masuk.

“Di negara lain, penduduk sudah paham. Kalau ada hujan misalnya, air dimasukkan ke sumur tidak dibuang begitu saja,” katanya.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Semarang tiap tahun mengeluarkan izin dan memperpanjang izin sumur air tanah. Izin itu diberikan kepada beberapa perusahaan, instansi pemerintah, rumah sakit, hotel, hingga perorangan.

Menurut salah satu staf Dinas PSDA-ESDM, di Semarang terdapat lebih dari 500 titik pengambilan air tanah. Akibatnya, pengurangan air tanah di Semarang mencapai 44.500 meter kubik per hari. Sebagian besar izin dikeluarkan untuk industri, hotel, dan perkantoran. (arf)

You might also like

Comments are closed.