Pengurus PP Tegur Anggotanya yang Bikin Kisruh di Balai Kota

Ratusan pendukung pasangan calon beradu yel-yel saat pembagian nomor urut di Aula Balai Kota Semarang, Selasa (25/8). Gesekan kecil juga sempat terjadi di luar gedung, pasca-acara. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Ratusan pendukung pasangan calon beradu yel-yel saat pembagian nomor urut di Aula Balai Kota Semarang, Selasa (25/8). Gesekan kecil juga sempat terjadi di luar gedung, pasca-acara. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Pengurus Pemuda Pancasila Kota Semarang menegur keras anggotanya yang berulah saat mengamankan tahapan penetapan nama definitif dan kocok nomor urut peserta Pilwakot 2015. Sikap mereka terkait kerusuhan berujung bentrok antara personel Pemuda Pancasila dengan pendukung dua kubu pasangan calon (paslon) di Balai Kota dua hari terakhir.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pendampingan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila Semarang, Adi Prakoso mengatakan, teguran keras terhadap anggotanya yang bikin rusuh di Balai Kota kemarin atas instruksi Joko Santosa sebagai Ketua DPC Pemuda Pancasila.

“Kami tidak memberikan sanksi buat mereka tapi menegur sikap mereka yang arogan sehingga membuat suasana di Balai Kota menjadi tidak nyaman,” ungkapnya, Rabu (26/8).

Ia memeringatkan kepada anggotanya agar tertib berperilaku dalam situasi apapun dan tidak memicu keriuhan saat mengamankan jalannya Pemilukada di Semarang. Sejauh ini, kata dia, oknum-oknum pemicu keributan di Balai Kota kemarin bakal dipanggil untuk dipertemukan dengan pimpinan organisasinya.

“Yang jelas kami harus meredam sikap arogansi mereka. Jangan sampai saat mengamankan Pilwakot mereka malah bikin keributan sendiri,” tegas Adi.

Saat mengamankan tahapan pengumuman peserta definitif peserta Pilwakot, Senin (24/8), personel Pemuda Pancasila sempat ribut dengan Joko Santosa yang tak lain pimpinannya sendiri. Bahkan, hanya berselang sehari berikutnya sejumlah oknum juga bentrok dengan pendukung Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu (Hebat). (far)

You might also like

Comments are closed.