Pengusaha Batik Semarangan Keluhkan Minimnya Dukungan Pemerintah

METROSEMARANG.COM – Pengusaha kerajinan batik Semarangan mengeluhkan minimnya dukungan pemerintah untuk membantu mempromosikan produk mereka.

Salah satu pengusaha batik Semarangan Arie Kritiyowati mengungkapkan, pemerintah selama ini bukannya belum membantu, tapi dia dan pengusaha skala kecil menengah belum melihat usaha yang maksimal. Dia mencontohkan misalnya pemerintah bisa menerapkan kebijakan yang dapat menaikkan pamor batik Semarangan.

Pengusaha Batik Semarangan belum merasakan usaha maksimal pemerintah untuk mempromosikan produk mereka. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Pengusaha Batik Semarangan belum merasakan usaha maksimal pemerintah untuk mempromosikan produk mereka. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Promosi dari pemerintah sudah ada, tapi saya lihat masih belum maksimal. Harusnya ada kebijakan dari pemerintah agar menjadikan batik Semarangan menjadi salah satu seragam wajib untuk instansi baik negeri maupun swasta di Kota Semarang,” kata Arie saat ditemui di sela-sela pameran Semarang UMKM Ekspo Batik, Tenun, dan Craft 2016 di Atrium Java Mall Semarang, Kamis (17/3).

Selain promosi, lanjut Arie, pengusaha batik Semarangan juga masih terkendala masalah permodalan. Dia mengaku belum merasakan janji pemerintah tentang kredit usaha rakyat yang dapat memberi pinjaman tanpa jaminan bagi usaha kecil menengah (UMK). “Kenyataannya, saat meminjam modal juga masih diminta jaminan,” sambungnya.

Untuk masalah bahan baku kerajinan batik seperti bahan kain, malam, para pengusaha di Kota Semarang juga masih tergantung dengan kota lain seperti Pekalongan dan Solo. Ia pun akan tetap menjaga kualitas batik semarangan agar tetap mampu bersaing di era pasar bebas Asean (MEA).

“Semoga pemerintah mengambil kebijakan yang dapat menghidupkan para pengusaha kecil, khususnya batik Semarangan,” harapnya. (din)

You might also like

Comments are closed.