Pengusaha Minta Jam Layanan CEISA Ditambah

METROSEMARANG.COM – Layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang berlaku di Semarang dengan jam kerja dinilai akan menghambat pengiriman barang dan menimbulkan biaya logistik kian membengkak. Ketua Bidang Internasional Asperindo Jateng, Rachdi Satoto mengatakan pengeluaran barang impor yang dikenal sebagai BC 2.3. di kawasan berikat akan sulit dikirimkan dengan berlakunya jam operasional tersebut.

Foto: istimewa

“Padahal barang yang dikirim hanya sampel, contohnya dari perusahaan garmen. Dalam hal ini yang paling dirugikan adalah industri, barang yang mestinya dikirim atau barang yang diterima akhirnya tersendat keesokan harinya,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal No 351/BC/2017 terhitung 1 April 2017 Penerapan Sentralisasi Sistem Pelayanan dan Pengawasan CEISA TPB diterapkan secara penuh (mandatory) dan tidak bisa dilakukan dengan manual lagi.

Dengan adanya CEISA, seluruh sistem pelayanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan termonitor, transparan untuk mendukung layanan terintegrasi nasional. Aplikasi CEISA TPB merupakan aplikasi penyampaian dokumen secara elektronik yang mengintegrasikan semua jenis dokumen perijinan Kawasan Berikat dalam satu aplikasi.

Namun demikian, layanan CEISA TPB di Kawasan Berikat yang beroperasi saat jam kerja, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 dan diperpanjang hingga 20.00 menimbulkan keresahan bagi Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Untung Basuki mendorong kepada Bea dan Cukai Semarang untuk membuka layanan itu sesuai dengan permintaan dari PJT. “Sebenarnya tidak apa-apa juga kalau dibuka layanan itu. Yang penting izin pegawai dari perusahaan di kawasan berikat. Kalau barang masuk saya kira tidak apa-apa,” terangnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.