Pengusaha Otobus Dilarang Gunakan Sopir Pocokan

METROSEMARANG.COM – Angkutan darat diperkirakan masih menjadi primadona pada musim mudik tahun ini. Pemerintah meminta agar penyedia transportasi, khususnya pengusaha bus juga memerhatikan kelayakan armadanya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

Ilustrasi. Mudik gratis pada Lebaran 2016. Foto: metrosemarang.com/dok

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, pihaknya menyarankan kepada perusahaan otobus untuk tidak menggunakan sopir pocokan. Menurutnya lebih baik menggunakan sopir cadangan sebagai ganti sopir utama jika berhalangan.

Menurutnya, sopir pocokan belum tentu memenuhi klasifikasi untuk mengendarai bus, baik dari segi administrasi maupun kecakapan mengemudinya. “Sopir itu adalah kunci keselamatan angkutan publik, jadi harus diperhatikan benar,” ujar Sri Puryono saat melaksanakan Rakor Ekuinda di Gedung Gradhika, Jalan Pahlawan, Semarang, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, lanjut Sri Puryono, waktu kerja sopir adalah delapan jam sehari dengan masa istirahat minimal setengah jam setelah mengemudi empat jam. “Sementara jika ada sopir cadangan, bisa saling mengingatkan jika kondisi fisik menurun,” terangnya.

Saat ini, jumlah armada yang ada 11.648 bus dengan kapasitas 1.061.440 seat per hari. Untuk armada pariwisata tercatat ada 345 PO dengan jumlah 3.985 kendaraan.

Sementara soal batas tarif atas dan bawah akan dilakukan pengawasan untuk bus kelas ekonomi. Untuk pengawasan maka tarif harus tercetak di tiket, tarif tertempel di kendaraan dan loket.

“Pengawasan tarif akan dilakukan LP2K, YLKI, petugas Dinas Perhubungan, dan nanti akan di-back up kepolisian,” tutup Sri Puryono. (fen)

You might also like

Comments are closed.