Pengusaha Truk Kecewa Dilarang Beroperasi selama Mudik Lebaran

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pengusaha truk mengecam aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang kendaraan berat itu beroperasi selama arus mudik Lebaran 1438 Hijriyah.

Ilustrasi. Larangan pengoperasian truk mulai H-7 sampai H+7 Lebaran 2017 diprotes. Foto: dok metrojateng.com

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah, Chandra Budiwan bahkan menyebut apa yang dilakukan Kemenhub sangat berat sebelah, apalagi larangan itu berlaku bagi pemilik truk pasir dan angkutan barang.

“Soalnya di beberapa pintu masuk tol, kami melihat ada yang memasang aturan ini dengan menyebutkan bahwa truk dilarang masuk tol mulai 18 Juni-3 Juli 2017. Padahal, aturan itu kan hanya untuk truk pasir. Nanti, semua truk malah enggak boleh masuk,” cetusnya saat dikontak, Minggu (11/6).

Ia menuturkan dalam aturan yang diterbitkan Dirjen Perhubungan bernomor SK.2717/AJ.201/DRJD/2017, disebutkan jika seluruh angkutan barang, kecuali yang mengangkut bahan kebutuhan pokok atau bahan bakar minyak (BBM), dilarang beroperasi selama mudik Lebaran.

Larangan itu, paparnya berlaku bagi sopir truk galian dan tambang. Mereka dilarang beroperasi di semua ruas jalan nasional dan jalan tol mulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2017. Ini artinya, kata dia, pelarangan operasional truk mulai berlaku 18 Juni besok sampai 3 Juli 2017 nanti.

Sedangkan hal serupa juga berlaku untuk truk barang non tambang dan galian yang diberikan masa pelarangan beroperasi lebih pendek pada H-3 hingga H+3 Lebaran atau 21-29 Juni 2017.

Ia menganggap aturan Kemenhub diatas benar-benar menyulitkan pengusaha yang selama ini menggantungkan hidupnya pada bisnis jasa sewa truk. Ironisnya lagi, pelarangan operasional truk diberlakukan hingga dua pekan lebih.

“Masa larangan beroperasi enggak begitu lama. Kami dilarang beroperasi selama dua pekan lebih. Nah, pemasukannya bisa turun drastis,” keluhnya.

Ia pun meminta supaya larangan ini
disosialisasikan secara menyeluruh kepada pelaku usaha dan awak truk hingga pada pengelola jalan tol. Sehingga tak muncul kesalahpahaman saat berada di lapangan. (far)

You might also like

Comments are closed.