Penindakan Angkutan Umum, Organda: Harus Ada Pembinaan Dulu

METROSEMARANG.COM – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang menegaskan pemerintah daerah harus memberikan pembinaan sebelum memutuskan melakukan penindakan terhadap angkutan umum tidak laik jalan karena kondisinya rusak atau uzur.

Ilustrasi. Organda meminta Dishub tidak asal mengandangkan angkutan umum yang dianggap tak layak jalan. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Kami selaku wadah transportasi sekaligus mitra pemda, meminta pemda wajib memberikan pembinaan terlebih dahulu terhadap pelaku (angkutan tidak laik jalan), kalau sudah tidak bisa (dibina) baru langkah penindakan,’’ kata Ketua Organda Kota Semarang, Wasi Darono, Jumat (19/1).

Wasi Darono mengaku, tidak memiliki data berapa jumlah angkutan tidak laik jalan yang masih beroperasi di jalan melayani masyarakat atau penumpang. Menurutnya yang memiliki data paling akurat adalah Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengeluarkan izin trayek.

‘’Yang akurat berapa jumlahnya memang dari Dishub, yang keluarin izin,’’ katanya dimana sebelumnya Dishub menyebutkan ada sebanyak 150 angkutan umum tidak laik jalan yang terlihat masih beroperasi di Kota Semarang.

Dia menegaskan, kalau sudah dilakukan pembinaan tapi awak angkutan tidak laik jalan masih nekat beroperasi di jalan, pihaknya baru tidak akan keberatan jika kemudian dilakukan penindakan secara tegas dengan mengandangkan angkutan tersebut.

‘’Kalau sudah dilakukan pembinaan bagi yang tidak hiraukan memang sudah kewenangannya (penindakan oleh Dishub), memang izin trayek diberikan adalah untuk pelayanan dan persyaratan sesuai jalur yang diberikan,’’ tegasnya.

Sebelumnya, Dishub Kota Semarang telah merencanakan penindakan dengan pengandangan secara paksa angkutan umum yang tidak laik jalan. Guna mewujudkan hal itu sedang dibicarakan dengan Bagian Aset kemungkinan adanya lahan yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan yang disita. (duh)

You might also like

Comments are closed.