Peningkatan Modal Sosial Dalam Mitigasi Covid-19

Oleh : Melenia Putri Puspita S
Mahasiswa Program Pendidikan IPS – UNNES

Pandemi Covid-19 yang juga disebut sebagai Corona Virus Disease-19 ini ditemukan pada akhir tahun 2019 yang kemudian masuk di Indonesia pada awal tahun 2020. Infeksi virus ini menjalar dengan cepat dan dengan mudah. Covid-19 ini dapat menyerang seseorang hanya dengan droplet dari manusia atau hewan. Maka dari itu, pemerintah Indonesia kemudian menerapkan beberapa kebijakan yang diharapkan dapat mengurangi tingkat kasus orang yang terinfeksi di Indonesia. Dengan adanya kebijakan kebijakan baru, maka masyarakat harus dihadapkan dengan realita yang berbeda dan wajib untuk beradaptasi.

Untuk mewujudkan kebijakan kebijakan pemerintah dalam upaya menekan tingkat penularan Covid-19 yang ada di Indonesia, dijalankan beberapa peraturan dan kebijakan seperti social distancing, work from home, penerapan protokol kesehatan di setiap kegiatan masyarakat yang ada di luar maupun dalam ruangan, yang kemudian memberikan dampak pada keseharian masyarakat baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial-budaya, bahkan politik. Maka dari itu, perlu adanya peningkatan atau kemampuan masayarakat dalam menghadapi situasi yang kita semua belum tahu kapan akan berakhir ini. 

Kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat ini juga disebut sebagai modal sosial. Menurut Hanifan ( 1916:130) dalam tulisannya yang berjudul “The Rural School Community Centre” yang memberikan definisi mengenai modal sosial. Menurutnya, modal sosial adalah kemauan yang baik, rasa berhsahabat, saling simpati, serta hubungan sosial dan kerjasama yang erat antara individu dan keuarga yang kemudian membentuk suatu kelompok sosial. Dengan adanya modal sosial yang baik dan terus meningkat, juga memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menjadi lebih baik.

Dalam masa pandemi ini, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai lingkungannya. Karena pada masa pandemi yang seperti ini, masyarakat akan banyak mengalami masa yang sulit, maka diharapkan juga bagi mereka untuk saling membantu, meningkatkan rasa empati dan simpati. Dalam masyarakat yang memiliki modal sosial yang baik, harus memenuhi beberapa unsurnya seperti kepercayaan (trust), nilai dan norma (norms), dan jaringan (networks).

Masyarakat yang antara satu dengan yang lainnya memiliki kepercayaan, maka akan minim timbulnya konflik. Apalagi dimasa pandemi yang kebanyakan masyarakat menjadi lebih sensitif dan mudah dipengaruhi oleh berita berita hoax yang beredar. Maka dari itu, sisi lain dari masyarakat yang memiliki unsur kepercayaan, yaitu harus pandai dalam menyaring berita informasi yang beredar. Sudah banyak kasusnya mengenai beberapa oknum yang mengalami pidana akibat dari penyebaran berita hoax dimasa pandemi.

Nilai dan norma menurut Setiadi dan Kolip (2011:119) yang mengartikan nilai sebagai bagian penting dari kebudayaan, tindakan yang dianggap sah apabila harmonis dan selaras dengan nilai nilai yang disepakati dan dijunjung oleh masyarakat dimana tindakan tersebut dilakukan. Setiap masyarakat yang tinggal pada suatu daerah, pasti memiliki nilai dan norma yang berbeda beda. Maka dari itu, dengan tetap berpegang teguh dengan nilai dan norma serta tetap menerapkan kebijakan pemerintah, masyarakat tersebut berarti memiliki modal sosial yang kuat.

Unsur yang terakhir dari modal sosial adalah jaringan sosial. Jaringan sosial merupakan sebuah bentuk ikatan sosial yang terjadi antara individu dengan yang lain hingga membentuk masyarakat. Dalam masyarakat modern, jaringan yang ada di lingkungan sekitar dirasa mulai memudar, maka dari itu, bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita harus bersama sama kembali membangun ikatan sosial dan kesadaran bersama untuk saling melindungi, saling membantu, dan saling mengingatkan antara satu dengan yang lain. Dengan tercapainya masyarakat dengan modal sosial yang baik, maka kesulitan yang dihadapi dimasa pandemi ini dapat sedikit teratasi.(*)

You might also like

Comments are closed.