Penjualan Jamu Tradisional Ditargetkan Capai Rp 12 Triliun

METROSEMARANG.COM – Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro mengatakan penjualan jamu di Jateng mencapai sekitar 60 persen dari total penjualan nasional. Menurut dia, penjualan obat tradisional di Jawa Tengah pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 12 triliun.

Stefanus  Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Stefanus
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Jumlah ini cenderung sama dengan target tahun lalu. Pada 2016, omzet penjualan secara nasional ditargetkan sebesar Rp 20 triliun. “Targetnya sama dengan tahun lalu karena kami melihat kondisi ekonomi yang lambat masih terjadi pada tahun ini. Jadi, target penjualan juga masih sama,”

Pada 2015, dari target penjualan adalah Rp 20 triliun, terealisasi sekitar Rp 16 triliun hingga Rp17 triliun. Sebesar 60 persen atau Rp 9,6 triliun hingga Rp10,2 triliun disumbangkan dari Jawa Tengah.

Meskipun tidak mencapai target, Stefanus mengatakan penjualan pada tahun lalu tetap mengalami pertumbuhan. “Sebelumnya industri jamu rata-rata tumbuh sekitar 10%-15% tiap tahun. Untuk tahun ini, sekitar 7%-8%. Itu mendorong kami untuk terus melakukan inovasi,” ujar dia. (ade)

Comments are closed.