Penyandang Tuna Netra Adu Kemahiran Berdakwah dan Membaca Alqur’an

dakwah tuna netra
Peserta sedang unjuk kemampuan berdakwah dan membaca alquran di Masjid al Khusuf, Rabu (18/4). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

METROSEMARANG – Di tengah keterbatasan fisiknya, penyandang tuna netra di Kota Semarang justru beradu pandai dalam berdakwah dan membaca alquran. Tidak kalah dengan orang yang normal, merekapun menunjukkan kemampuannya dalam membakar semangat beribadah dan melantunkan ayat-ayat suci alquran secara baik dan benar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Sosial Kota Semarang dan bertempat di Masjid al Khusuf kompleks Balaikota Semarang, Rabu (18/4). Puluhan penyandang tuna netra se-Kota Semarang berkumpul dan beradu pandai dalam membaca alquran dan berdakwah.

Mereka yang mempunyai keterbatasan secara fisik dalam hal penglihatan ini terlihat bersemangat menunjukkan kemampuannya masing-masing di hadapan juri. Tidak ada rasa canggung ataupun malu.

Mereka berpidato layaknya pendakwah profesional yang mampu memberikan sentuhan qolbu kepada yang mendengarnya. Para peserta sendiri terdiri dari pelajar dan dewasa, dimana masing-masing kategori akan diberikan penilaian sesuai yang telah ditentukan

‘’Kegiatan lomba baca alquran dan pidato ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke 471. Harapannya lomba ini dapat menjadi penyemangat bagi para penyandang tuna netra dalam beraktifitas sehari-hari,’’ kata Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said.

Sementara itu beberapa anak penyandang tuna netra mengaku ingin menjadi pendakwah supaya dapat memberikan pencerahan kepada umat muslim. Diakui mereka keterbatasan penglihatan memang menjadi kendala.

Namun demikian hal tersebut dapat mereka atasi dengan kemauan keras dan bimbingan dari orang tua dan lingkungan. ‘’Saya selalu kerja keras, terus berusaha, dan dibimbing keluarga serta sekolah,’’ kata siswa kelas 5 SLB Negeri Semarang, Ade Rafa Prayoga. (duh)

You might also like

Comments are closed.