Penyelesaian Akhir Bermasalah, Subangkit Enggan Salahkan Striker

METROSEMARANG.COM – Penyelesaian akhir masih menjadi titik lemah PSIS. Head coach Subangkit menyebut masalah tersebut menjadi tanggung jawab tim dan enggan membebankan pada pemain tertentu.

Hari Nur Yulianto (kanan) masih mencari gol pertamanya musim ini. Foto: metrosemarang.com

PSIS sudah menjaringkan enam gol ke gawang lawan hingga pekan keempat Liga 2. Bukan angka yang buruk, karena penggawa Mahesa Jenar selalu mampu menghasilkan gol di setiap laga.

Tapi, jika melihat peluang-peluang yang dihasilkan dalam tiap pertandingan, enam gol masih terlalu minim. Sejauh ini M Ridwan masih menjadi pemain paling produktif dengan torehan dua gol dan tiga assist. Sementara, barisan penyerang PSIS baru menorehkan catatan dua gol atas nama Johan Yoga dan Erik Dwi Ermawansyah.

“Penyelesaian akhir masih menjadi problem kami. Tapi, ini bukan hanya tanggung jawab striker, karena sepakbola permainan kolektif,” kata Subangkit, Senin (15/5).

Menurut dia, ketidakmampuan timnya mengonversi peluang menjadi gol juga bisa hadir dari beberapa faktor. Salah satunya strategi ultradefensif tim lawan, terutama saat main di kandang PSIS.

“Pemain sudah mencoba berbagai cara untuk bisa cetak gol, entah itu dari open play, set piece atau umpan-umpan dari sayap. Mungkin mereka hanya kurang tenang,” ucapnya.

Jadwal siaran langsung juga menjadi salah satu nilai minus buat PSIS. “Setidaknya tim lawan bisa dengan mudah mengintip kekuatan kami. Yang jelas kami akan terus berbenah karena kompetisi juga masih panjang,” tutur eks pelatih Mitra Kukar.

Seperti diketahui, dari empat kali main, tiga laga PSIS selalu ditayangkan secara langsung. Termasuk saat menjamu PPSM di pekan kelima, Kamis (18/5) mendatang. Jumlah ini paling banyak dibanding kontestan lain di Grup 4, bahkan yang terbanyak di antara peserta Liga 2. (twy)

You might also like

Comments are closed.