Per 1 Desember BI Turunkan Giro Wajib Minimum Jadi 7,5 Persen

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir saat jumpa pers di restoran Nestcology, Jalan Tambura 5A. Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir saat jumpa pers di restoran Nestcology, Jalan Tambura 5A. Foto: metrosemarang.com/abdul arif

METROSEMARANG.COM – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah untuk menurunkan giro wajib minimum (GWM) dari 8 persen menjadi 7,5 persen. Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir saat jumpa pers di restoran Nestcology, Jalan Tambura 5A, Rabu (18/11).

Dia mengatakan, langkah itu akan diberlakukan per 1 Desember 2015 mendatang. Dia menyampaikan, belakangan ini ekonomi nasional mengalami deflasi. Begitu juga di Jawa Tengah. Di Jateng, kata dia deflasi pada September mencapai 0,15 persen sementara bulan Oktober mencapai 0,04 persen. Iskandar yakin inflasi bisa di bawah 2 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan III kita mulai meningkat. Di Jateng untuk triwulan kedua 4,8 dan sekarang menjadi 5,0 persen. Saya pikir itu prestasi yang patut diacungi jempol. Kita sudah mencapai titik balik,” katanya.

Iskandar menyatakan, BI belum berani menurunkan suku bunga mengingat risikonya terlalu besar. Menurut dia dengan adanya penurunan GWM, dana yang tersedia semakin banyak. Dia optimistis kebijakan kelonggaran moneter tersebut perekonomian di Jateng bisa tumbuh 4 persen.

“Ada potensi kenaikan dana untuk disalurkan dalam bentuk kredit. Ini faktor pendorong pemberian kredit lebih besar. Ini akan berdampak positif bagi perekonomian Jateng,” katanya. (arf)

 

You might also like

Comments are closed.