Peragakan 28 Adegan, IBR dengan Dingin Eksekusi Driver Taksi Online

METROSEMARANG.COM – Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan driver taksi online yang melibatkan dua pelajar SMK, Jumat (26/1). Korban, Deni Setiawan diketahui dieksekusi pada adegan ke-11 dengan menggunakan belati.

Rekonstruksi pembunuhan driver taksi online, Jumat (26/1). Foto: metrosemarang.com/efendi

IBR (16) dan DIR (15) tampak tertunduk di hadapan kerumunan warga Perumahan Bukit Cendana, Sambiroto, Tembalang saat melaksanakan reka ulang adegan pembunuhan yang menewaskan driver taksi online, Deni Setiawan (32). Mereka memeragakan 28 adegan mulai dari ia memesan jasa layanan taksi online tersebut hingga membuang jasad korban.

Reka ulang adegan tersebut dilaksanakan di tiga tempat kejadian perkara. Dimulai dari tempat tinggal tersangka IBR di daerah Lemah Gempal, saat mereka merencanakan aksi dan memesan taksi online. Tidak lama kemudian Deni datang dengan mengendarai mobil Nissan Grand Livina warna hitam.

Setelah itu, kedua tersangka meminta diantar ke daerah Sambiroto, Tembalang. Di Jalan Cendana Selatan IV, mobil yang mereka tumpangi berhenti. Tersangka kemudian membayarkan sejumlah uang dan ternyata kurang. Tersangka DIR yang duduk di samping sopir mengarahkan untuk menuju ke suatu tempat dengan maksud mengambil uang tambahan.

Masih berada di lokasi yang sama, IBR yang duduk di belakang korban tiba-tiba melintangkan sebilah pisau belati ke leher Deni. Belati tersebut dipegang menggunakan kedua tangan IBR.

IBR mengeksekusi korban dengan menggesekkan belati di leher korban pada adegan ke-11. Kemudian pada adegan ke-12, korban meronta hingga kaki kanannya keluar dari jendela dan mengenai spion hingga patah. Lalu pada adegan ke-20 IBR keluar dari mobil untuk menurunkan jasad korban dan mengambil alih kemudi mobil.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifriabto mengatakan, reka ulang adegan tersebut dilaksanakan untuk melengkapi berkas penyelidikan. “Ini untuk melengkapi proses penyidikan supaya jelas bagaimana tindak pidana ini terjadi. Proses rekonstruksi ada 28 adegan dan dilaksanakan di 3 TKP,” ujar Fahmi.

Dalam proses rekonstruksi itu juga diketahui bahwa eksekusi pembunuhan Deni dilakukan dalam waktu beberapa menit saja. “Mereka (tersangka) mengeksekusi korban sekitar 5 sampai 7 menit hingga korban tewas,” imbuh Fahmi.

Jalannya proses rekonstruksi tersebut sempat menuai beberapa kendala. Warga yang berkerumun untuk menyaksikannya, membuat proses rekontruksi itu sedikit terganggu.

Jasad Deni ditemukan tergeletak di persimpangan Jalan Cendana Selatan IV pada Sabtu (20/1) lalu. Pada Senin (22/1) pagi, mobil milik korban ditemukan terparkir di Jalan HOS Cokroaminoto. Tak lama kemudian petugas Resmob Polrestabes Semarang menangkap kedua tersangka di rumah masing-masing. (fen)

You might also like

Comments are closed.