Perangi Hoax, KIM Kembali Diaktifkan

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaktifkan kembali Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) setelah lama vakum. Ditandai pengukuhan 25 pengurus KIM perwakilan masyarakat dan pengurus dari 17 kecamatan di Ruang Lokakrida Balai Kota, Rabu (26/7).

Pengukuhan 25 pengurus KIM perwakilan masyarakat dan pengurus dari 17 kecamatan di Ruang Lokakrida Balai Kota, Rabu (26/7). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Terpilih sebagai ketua KIM periode 2017-2022 adalah H Mustain. Wali Kota yang akrab disapa Hendi, menyebut keberadaan KIM sangat diperlukan untuk penyambung antara pemerintah dengan masyarakat.

“Perjuangan yang sangat luar biasa, KIM yang dulu pernah eksis, Alhamdulillah pada tahun 2017 ini akan kita aktifkan kembali untuk bermitra. Saya apresiasi kawan-kawan KIM,” ujarnya.

Informasi menurutnya saat ini begitu mudah masuk, sehingga diperlukan komunitas yang bisa memilah informasi-informasi yang akan disebarkan ke masyarakat khususnya warga Kota Semarang.

“Informasi itu ibarat pisau bermata dua, dengan semakin cepat teknologi informasi berkembang, maka masyarakat akan dengan mudah menginformasikan segala hal yang terkait dengan lingkungan sekitar. Sementara di sisi negatifnya, pada saat informasi tersebut tidak didasari fakta-fakta yang akurat, maka akan menjadi informasi hoax,” urainya.

Ke depannya pengurus KIM diharapkan bisa menjadi filter penyeimbang antara program pemerintah dan juga kebutuhan masyarakat di lapangan. Melalui aplikasi smart city yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang seperti ‘Lapor Hendi’, P5M, dan Pusat Informasi Publik.

“Pada saat warga bertanya atau komplain tentang lingkungan, hendaknya KIM bisa meneruskan ke Pemerintah Kota Semarang, supaya kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang diinginkan warga,” katanya.

KIM juga harus tetap bisa menyerap keinginan masyarakat terutama program-program yang harus ditindaklanjuti sebagai program prioritas, atau sebaliknya bisa menjadi sebuah corong dari kebijakan pemerintah yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat saat ini. (duh)

You might also like

Comments are closed.