Perangi Narkoba, MUI Bangun Panti Rehabilitasi di Tiga Kota

METROSEMARANG.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merelakan lahannya di tiga kota untuk dibangun menjadi panti rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Upaya ini penting, menurut Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, guna memperbaiki hidup para pecandu narkotika yang ada di Indonesia.

Pengedar narkoba jaringan lapas yang berhasil diamankan polisi. MUI menyiapkan tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba di tiga kota besar. Foto: metrosemarang.com/dok

“MUI sudah punya tanah hasil kerjasama pihak-pihak tertentu. Lokasinya ada di Surabaya, Cirebon dan Sentul Bogor. Tanahnya akan dijadikan pusat rehabilitasi (narkotika),” terangnya saat berkunjung ke Semarang, Senin (27/2).

Tak menutup kemungkinan pula, di Semarang juga akan dibangun panti rehabilitasi. “Kalau Semarang punya tanah, nanti kita kerjasamakan dengan pihak yang berkepedulian,” sergahnya.

Meski proses rehabilitasi narkoba dinilai kurang efektif, tapi ia berjanji akan melakukannya dengan tuntas. Karena itulah, ia butuh peran serta pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Lembaganya kini telah membentuk Satgas Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) di tiap daerah. Satgas yang beranggotakan pemula agama hingga ormas-ormas itu berfungsi membantu polisi memerangi narkoba sampai ke akar rumput.

Untuk memupus rantai peredaran narkoba internasional, MUI juga sudah mengirim 42 anggotanya untuk menimba ilmu di Universitas Sains Islam Malaysia. Di sana, mereka ditempa untuk meningkatkan riset penanggulangan narkotika.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng Susanto berkata sampai detik ini, jumlah pecandu narkoba di seluruh penjuru negeri telah menembus angka 6 juta orang. Menurutnya, 57 orang setiap hari ditemukan tewas.

“Obatnya hanya rehabilitasi. Pakai narkoba membuat otak mengalami kerusakan permanen. Thailand sudah punya panti rehabilitasi yang mampu mengobati ratusan ribu orang. Di sini baru sampai 18 ribu. Makanya saya menyambut baik pembangunan pusat rehabilitasi,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.