Perawatan dan Operasional Polder Banger Masih jadi Masalah

METROSEMARANG.COM – Pembangunan sistem Polder Banger yang berhasil mengatasi masalah rob dan banjir di sebagian wilayah Kota Semarang, masih menyisakan persoalan pengelolaan perawatan dan operasional polder. Persoalan ini menjadi hal serius yang harus segera ditangani Pemerintah Kota Semarang.

Rombongan PM Belanda Mark Rutte dan Pemkot Semarang usai peresmian Polder Banger di Kelurahan Kemijen, Semarang Utara, Selasa (22/11/2016). Pengelolaan dan operasional polder masih menyisakan masalah. Foto: metrosemarang.com/dok

”Ada satu permasalahan yang belum bisa dikelola setelah dibangun polder, yakni terkait perawatan dan operasional Polder Banger,” kata Ketua Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Diponegoro, Semarang, Suseno Darsono, Selasa (29/8).

Menurut Suseno, pengelolaan perawatan dan operasional Polder Banger harus segera dilakukan Pemkot Semarang, supaya aset ini tetap awet dan terjaga keberlangsungannya. Dia pun menyarankan agar pemkot menerapkan pengelolaan Polder Banger berbasis masyarakat.

”Segera mengambil langkah kebijakan untuk mengurai persoalan tersebut, dengan menerapkan pengelolaan berbasis masyarakat ada keuntungan yang bisa didapatkan Pemerintah Kota Semarang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, keuntungan tersebut yaitu masyarakat bisa mengontrol pelaksanaan kebijakan di wilayahnya. Masyarakat di wilayah polder juga sama-sama mendapat solusi atas masalah banjir dan rob. Serta masyarakat di wilayah polder mendapat manfaat dan kepentingan masyarakat dalam pengelolaan polder dapat lebih tersalurkan.

”Langkah awal yang bisa dilakukan dengan iuran masing-masing rumah yang lokasinya di wilayah kawasan Polder Banger, melalui komunitas BPP SIMA (Badan Pengelola Polder Banger Sima) dengan besaran tergantung kesepakatan bersama,” jelasnya.

Hasil iuran tersebut, lanjutnya, kemudian bisa digunakan untuk pemeliharaan dan pengelolaan Polder Banger. ”Sehingga masyarakat dengan adanya ini diajak untuk merawat dan mengelola keberadaan polder agar tidak muspro,” tandasnya.

Seperti diketahui, Polder Banger yang dibangun melalui kerjasama Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat mulai tahun 2017 ini sudah berjalan. Masyarakat sudah bisa merasakan keuntungannya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Bambang Haryono mengatakan, pengelolaan sistem Polder Banger dan Kota Lama memang menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah kota.

Dalam pengelolaan Polder Banger, menurutnya Pemkot Semarang sudah mengelola dengan baik, dengan membentuk lembaga yang bernama BPP SIMA. Lembaga inibertugas membantu pemerintah dalam penanganan khususnya rob dan banjir di wilayah Semarang Timur. (duh)

You might also like

Comments are closed.