Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkot Tandatangani Kontrak E-Katalog Lokal

METROSEMARANG.COM – Upaya percepatan pembangunan khususnya infrastruktur dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan penandatangan kontrak E-Katalog Lokal bersama penyedia jasa. Dengan E-Katalog Lokal ini diharapkan pembangunan lebih transparan dan lebih efktif serta efisien.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandatangani kontrak E-Katalog Lokal Kota Semarang kategori material kontruksi dengan penyedia barang dan jasa di balai kota, Senin (6/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Penandatanganan dilakukan dengan 6 penyedia jasa di Ruang Komisi C Lantai 8 Gedung Moch Ihsan Komplek Balai Kota, Senin (6/3). Sedangkan 6 penyedia jasa itu di antaranya PT Mohandas Oeloeng, PT Semarang Multicons, PT Satwiga Mustika Naga, CV Bonindo Ciptadaya, PT Kadi Internasional, dan PT Adhi Karya.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Semarang, Indriyasari mengatakan bahwa dengan E-Katalog Lokal pembangunan dapat lebih transparan dan akuntabel melalui proses pengadaan yang efektif dan efesien. Sehingga proses pengadaan pun menjadi lebih cepat.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini diharapkan pula dapat meningkatkan usaha bagi penyedia lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Semarang,’’ katanya, dalam penandatanganan yang juga disaksikan oleh Wakil Wali Kota, Sekda, OPD di lingkungan Pemkot Semarang, Kejaksaan, Kepolisian, LKPP, dan MCA Indonesia.

Selain itu, dengan penandatanganan ini diharapkan ada peningkatan transportasi dan akuntabilitas keuangan Negara. Serta percepatan pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang.

Penandatanganan Kontrak E-Katalog Lokal adalah untuk Kategori Material Kontruksi. Di antaranya yaitu aspal tergelar, aspal terkirim, dan ready mix

‘’Dasar pelaksanaan penandatanganan ini adalah Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Nota kesepahaman antara KA. LKPP dan Pemkot Semarang No. 019.6/231/2016 tentang pembentukan katalog Daerah Kota Semarang, serta Keputusan KA. LKPP No. 172 tahun 2016,’’ kata Indriyasari.

Usai penandatanganan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan bahwa selama ini setiap kali menyusun anggaran perubahan terdapat Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran). Salah satunya dikarenakan terhambatnya proses pelelangan yang memakan waktu terlalu lama.

Kemudian, katanya, Pemkot mengupayakan dengan menempatkan di post-post yang tidak melalui proses pelelangan. Namun akhirnya justru Pemkot tidak bisa melakukan perbaikan jalan dan pengaspalan.

‘’Nah kali ini Pemkot Semarang melakukan penandatanganan MoU terkait E-Katalog dengan para penyedia jasa material konstruksi seperti aspal tergelar, aspal terkirim, dan ready mix,’’ tuturnya yang biasa disapa Hendi.

Dia meminta kedua pihak dapat menjalankan komitmen bersama ini dalam setiap pelaksanaan anggaran. Supaya dapat melakukan peningkatan infrastruktur di Kota Semarang.

Harapannya melalui penandatanganan MoU ini, ke depan pelaksanaan lelang dapat menjadi lebih transparan, cepat, efisien dan dapat menghemat anggaran. ‘’Sehingga dapat memperlancar percepatan pembangunan yang ada di Kota Semarang,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.