Perceraian di Semarang Meningkat, Didominasi Gugatan Istri

Warga mengantre di Pengadilan Agama kelas 1A Semarang, Senin (9/11). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Warga mengantre di Pengadilan Agama kelas 1A Semarang, Senin (9/11). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

 

METROSEMARANG.COM – Kasus perceraian di Semarang tahun ini mengalami peningkatan sebesar 3-4 persen dibanding periode sebelumnya. Hingga September 2015, gugatan didominasi pihak istri.

Demikian dikatakan bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pengadilan Agama kelas 1-A Semarang, M Sukri, saat ditemui kantornya di Jalan Urip Sumoharjo No 5 Semarang, Senin (9/11) pagi. “Sebenarnya sama tahun kemarin tidak jauh beda, tapi ada peningkatan sedikit, sekitar antara 3-4 persen,” kata Sukri.

Dia mengungkapkan tingkat perceraian banyak dilakukan oleh pihak istri melalui proses penggugatan. Dia menduga hal ini karena memang regulasi membolehkan istri mengajukan gugat kepada suami.

Selain itu, pengaruh media juga sangat besar, misalnya banyaknya kasus perceraian selebritis yang banyak diekspos media. “Ya itu, sekitar 70 persen gugatan dilakukan istri,” ungkapnya.

Sukri menambahkan, hingga September 2015, tercatat ada 2.093 orang mengajukan perceraian di PA Semarang kelas 1-A. Paling tinggi terjadi pada April, sebanyak 267 kasus. Data terakhir pada bulan September 2015, sebanyak 75 suami melakukan talak kepada istri, dan 161 Istri mengajukan gugatan kepada suaminya. 

Dari data yang masuk di pengadilan, Sukri mangatakan, faktor ekonomi dan umur menjadi pemicu rawannya perceraian. Misalnya suami tidak menafkahi, atau meninggalkan istri tanpa memberi nafkah. Persoalan lain adalah pernikahan dini. “Perkawinan usia dini itu lebih dominan, lebih rawan untuk bercerai. Sekitar usia 18 sampai 30 tahun,” katanya.

Selama proses persidangan, pihak pengadilan selalu melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. “Setiap kali sidang meskipun tidak tercapai kesepakatan, pendamaian itu akan tetap dilakukan,” tutupnya. (CR-08)

 

You might also like

Comments are closed.