Perjuangan Anak Penderita Cerebral Palsy Ikut USBN di YPAC Semarang

METROSEMARANG.COM – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di YPAC Kota Semarang, tampak lain dari biasanya. Di tahun ini, hanya ada seorang siswa yang mengikuti USBN.

Safira Milenia, siswa penderita cerebral palsy antusias mengikuti ujian di YPAC Semarang, Senin (19/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Safira Milenia, nama siswi tersebut, pada Senin (19/3), terlihat sibuk mengerjakan lembaran soal PPKN yang dipandu dua gurunya.

Gadis penderita penyakit cerebral palsy tersebut menjadi satu-satunya peserta USBN di YPAC. Cerebral palsy merupakan penyakit yang mengakibatkan seluruh organ tubuh menjadi kaku.

“Sedari kecil, dia sudah sakit-sakitan. Ketika tahu dia kena penyakit cerebral palsy, saya langsung bawa dia ke salah satu rumah sakit di Surabaya untuk dilakukan terapi. Sejak kelas 5 SD sampai sekarang perkembangannya sangat pesat,” kata Atik Azis, ibunda Safira, saat menunggui anaknya di ruang ujian SMA/D YPAC.

Safira sendiri mengaku antusias ikut USBN di hari perdana. Sejak bel berbunyi pukul 07.30 WIB, ia sudah mengerjakan soal pelajaran Agama dan Budi Pekerti. “Untuk sesi kedua saya ngerjain PPKN dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB,” akunya.

Safira mengatakan dirinya cukup percaya diri mampu mengerjakan semua soal ujian sekolah dengan benar. Pasalnya, ia telah bersusah payah ikut try out dan les di rumah untuk setiap mata pelajaran.

“Saya suka semua pelajaran kecuali matematika. Sebab try outnya lumayan sulit,” ujar dara berusia 18 tahun ini.

Sedangkan, bagi Widianti, seorang guru pengampu kelas XI dan XII YPAC Semarang, pelaksanaan USBN tahun ini cukup melelahkan karena berbagai proses yang dilalui bersama siswa berkebutuhan khusus cenderung berbeda ketimbang siswa normal.

“Dan syukurlah untuk tahun ini, dari enam murid kelas XII, Safira jadi satu-satunya murid yang dinyatakan bisa ikut USBN untuk kategori SMA/D. Sebab, daya pikir dan kemampuannya melampaui siswa difabel lainnya. Sedangkan lima anak lainnya ikut USBN kategori SMA/D1,” ungkapnya.

Kartikawaty, Kepala Sekolah YPAC Semarang menuturkan pelaksanaan USBN hari perdana berjalan lancar. Menurutnya USBN di sekolahnya menerapkan sistem ujian berbasis kertas dan pensil mengingat kemampuan sensorik muridnya yang terbatas.

“Di sini yang ujian sekolah terbagi dua kategori, yaitu siswa tuna daksa ringan golongan D dan siswa tuna daksa sedang golongan D1. Dibandingkan tahun 2017 kemarin, peserta USBN 2018 bertambah banyak,” tuturnya.

Pihaknya sengaja lembur hingga malam hari demi menyiapkan materi soal USBN sejak Jumat kemarin.

Pelaksanaan USBN 2018 ditunjang kesiapan 10 guru PNS. Materi soal USBN untuk siswa tuna daksa golongan D1 berjumlah enam jenis. “Sementara, untuk materi USBN siswa SMA golongan D terdapat sembilan jenis. Mulai Agama Budi Pekerti, IPS,PPKN Bahasa Indonesia IPA Matematika sampai Bahasa Jawa,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.