Perjuangan Buruh Minyak Telon Cap 39 Tagih Upah kepada Nyonya Meneer

METROSEMARANG.COM – Juminem menghela napas dalam-dalam saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin pagi (4/9). Ia yang tinggal di Sendangguwo Tembalang rela datang jauh-jauh ke PN Semarang agar dapat mengikuti sidang verifikasi para kreditur PT Nyonya Meneer.

Buruh Nyonya menunggu persidangan di PN Semarang, Senin (4/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Baginya, ini jadi asa terakhirnya untuk menagih upah yang belum dibayarkan oleh manajemen pabrik jamu bubuk tersebut.

Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga sejak akhir Juli 2017 kemarin lantaran tak mampu melunasi hutangnya kepada seorang kreditur asal Nguter Sukoharjo.

“Tapi saya sejak 20 Februari 2017 kemarin sudah dirumahkan sama Nyonya Meneer. Habis itu enggak jelas nasib saya termasuk tunggakan gaji, BPJS dan tagihan lainnya,” kata buruh pabrik Minyak Telon cap 39 Nyonya Meneer, kepada metrosemarang.com, Senin (4/9).

Ia mengatakan sudah bekerja selama 34 tahun sebagai buruh Nyonya Meneer. Berawal dari keluarga miskin, ia yang waktu itu masih berusia 16 tahun ikut membanting tulang menjadi buruh di pabrik Jalan Raden Patah Semarang Timur.

Saat itu, ia melanjutkan, Nyonya Meneer masih menggapai masa keemasannya. Jamu-jamu berbagai jenis rutin dikirim ke depot-depot yang ada di Jawa Tengah. “Gaji saya tahun 1984 silam sekitar Rp 1.600. Lama-kelamaan upah saya naik setiap minggunnya. Terakhir saya dapat Rp 500 ribu,” bebernya.

Menurutnya Nyonya Meneer telah berlaku tak adil terhadapnya. Dedikasinya selama puluhan tahun justru dibalas dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.

Praktis, sejak terkena PHK, nasibnya kian tak jelas. Dirinya kini menganggur di rumah. Agar dapurnya tetap mengepul, ia memilih berjualan makanan kecil di depan rumah.

“Usia saya kan sudah tua. Mana ada yang mau mempekerjakan saya,” keluh nenek satu cucu ini.

Sri Ana pun bernasib serupa. Ia yang jadi mandor Minyak Telon 39 lebih banyak pasrah. “Tapi hari ini saya mau tagih semua tunggakan gaji, iuran BPJS sama pesangon yang belum dibayar sama mereka,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sidang lanjutan Nyonya Meneer dengan agenda verifikasi berkas kreditur masih berlangsung.

Selain belasan kreditur, juga ada 80 buruh Nyonya Meneer yang ikut hadir. Buruh-buruh yang datang berasal dari pabrik Kaligawe, Raden Patah dan Minyak Telon 39 di Kota Lama. (far)

You might also like

Comments are closed.