Perjuangan Daffa bakal Sia-sia jika Tak Ada Respons dari Pemerintah

METROSEMARANG.COM – Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Semarang (KPKS), Theresia Tarigan angkat topi atas apa yang dilakukan bocah pencegat motor yang merampas hak pejalan kaki di Kalibanteng. Daffa dinilai sangat berani melakukan aksinya meski usianya masih sangat belia.

Theresia Tarigan Foto: metrosemarang.com/dok pribadi
Theresia Tarigan
Foto: metrosemarang.com/dok pribadi

“Jika Pemkot dan Pemprov serta Kepolisian tetap tidak menertibkan PKL, halte, Pos Dishub, Pos Polisi, maka sayang sekali momen ini tak berguna. Kita seharusnya malu dengan anak-anak seperti Daffa dan orang tua dan sahabat difabel,” kata dia, Selasa (19/4).

Dia menambahkan, saat ini masih terkesan terjadi pembiaran terhadap para pelanggar. Pemerintah diharapkan bisa lebih tegas dalam hal kedisiplinan dan pemenuhan hak pejalan kaki.

There pernah meminta Dishub untuk membongkar Pos Dishub yang terletak di Jalan Pandanaran. “Mending dibongkar saja Pak. Daripada mengundang bully di sosial media,” tambahnya.

Kabid Parkir Dishubkominfo Kota Semarang mengakui kesalahan terkait adanya Pos Dishub yang merampas hak pejalan kaki. “Di Kota Semarang trotoar rata-rata mempunyai lebar dua meter. Seharusnya ada ruang di belakang trotoar untuk di sana dibuat parkir atau mendirikan pos,” ungkapnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.