Perlindungan TKI Kini Dikelola BPJS Ketenagakerjaan

METROSEMARANG.COM – Pengelolaan perlindungan TKI di luar negeri sekarang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), yang selama ini dijamin oleh konsorsium lembaga pemerintah dan perusahaan asuransi. Hal ini berdasarkan Peraturan Menetri Tenaga Kerja (Permenaker) No 7 Tahun 2017 tentang perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri mulai 1 Agustus 2017.

Launching 3C BPJS Ketenagakerjaan. Foto: istimewa

Jaminan yang bersifat wajib bagi pahlawan devisa ini meliputi dua, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Untuk Jaminan Hari Tua (JHT) sifatnya adalah pilihan sesuai dengan kemampuan TKI itu sendiri.

“Meskipun aturan ini baru diberlakukan per 1 Agustus 2017, para TKI menyambut baik dan merespon secara positif. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya pekerja luar negeri tersebut yang memanfaatkan jasa konsultasi dan informasi yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan di salah satu ruangan gedung BP3TKI,” papar Relation Officer BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Riza pada Selasa (8/8).

Dijelaskan bahwa untuk TKI yang berangkat dengan fasilitas perusahaan jasa TKI, iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari tiga kategori yaitu pra atau sebelum berangkat, ketika bekerja di luar negeri, dan setelah pulang ke Indonesia. Berbeda dengan TKI yang berangkat sendiri secara mandiri yaitu hanya mencakup kategori iuran saat penempatan dan setelah pulang.

Perlindungan tahap pra keberangkatan (persiapan) dihitung lima bulan, selama penempatan 24 bulan dan setelah pulang satu bulan, sehingga total perlindungan selama 30 bulan. Jumlah iuran yang harus dibayarkan untuk iuran pra sebesar Rp 37.000, serta selama penempatan dan setelah pulang Rp 333.000. Sehingga jumlah total iuran seluruhnya untuk program JKK dan JKM sebesar Rp 370.000. Berbeda dengan TKI mandiri yang hanya mengiur sebesar Rp 333.000 karena tidak mengikuti kegiatan pra pemberangkatan.

Manfaat yang akan diterima peserta jika mengalami kecelakaan kerja yaitu memperoleh jasa angkut atau biaya transportasi sebesar Rp 1.000.000 hingga Rp 2.500.000, santunan cacat total tetap Rp 100 juta, santunan cacat sebagian Rp 142 juta dikali prosentase kecacatan, serta santunan kematian sebesar Rp 85 juta. Tidak hanya itu, anak peserta juga mendapatkan beasiswa sekolah mulai jenjang SD sampai Perguruan Tinggi. (ade)

You might also like

Comments are closed.