Perputaran Uang di Bisnis Esek-esek Sunan Kuning Tembus Rp 350 Juta Semalam

METROSEMARANG.COM – Ketika Kementerian Sosial (Kemensos) begitu getol ingin menutup Resos Argorejo, Sunan Kuning, ternyata ada sejumlah fakta mengejutkan dibalik geliat bisnis di tempat tersebut. Salah satunya, bisnis lendir Sunan Kuning mampu menghasilkan perputaran uang sampai Rp 350 juta hanya dalam waktu semalam.

Wisma-wisma di Lokalisasi Sunan Kuning mampu menghasilkan ratusan juta dalam semalam. Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Resos Argorejo, Suwandi Eko Putranto mengatakan meski kondisi lokalisasinya kini masih sepi pelanggan, tapi hal itu tak serta-merta menghentikan laju perekonomian setempat. Tempat-tempat karaoke dan panti pijat masih jadi primadona bagi lelaki hidung belang di Semarang.

“Jumlah tamunya paling sedikit 50 orang semalam. Padahal, tiap masuk tarifnya lebih dari 200 ribu, ya perputaran uangnya semalam ada sekitar Rp 350 juta,” ungkap pria bertubuh gempal tersebut saat dihubungi metrosemarang.com, Jumat (24/2). Itu belum termasuk pendapatan dari hasil berjualan miras.

Tak heran, kata Suwandi dengan penghasilan menggiurkan tersebut banyak pelaku usaha yang menentang keinginan Kemensos untuk menutup Sunan Kuning. Pengelola wisma, menurutnya belum berani beralih usaha. Mereka masih terpaku pada jasa hiburan karaoke, panti pijat dan penyewaan kamar yang notabene menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah.

Kompleks Lokalisasi Sunan Kuning
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sunan Kuning saat ini dihuni 488 pekerja seks berbagai usia. Di situ, terdapat 177 wisma di mana tiap wisma biasanya dihuni 3-5 pekerja seks.

“Kita selama ini mampu menekan penularan penyakit kelamin sampai pada titik 12,5 persen sehingga kita jadi pilot project terbaik di Indonesia. Lagipula anak asuh yang menabung baru 60 persen. Jumlah uang yang terkumpul sekarang mencapai ratusan juta,” terangnya sembari menghela napas dalam-dalam.

Sementara untuk mempersiapkan penutupan, petugas Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus menggencarkan pembinaan terhadap para pekerja seks setempat.

Para penghuni Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning saat mengikuti pelatihan keterampilan oleh Dinsos di balai Kelurahan Kalibanteng Kulon, Senin (20/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Di kantor Kelurahan Kalibanteng Kulon, sejumlah pekerja seks mendatangi acara pelatihan tata boga dan salon kecantikan. Keterampilan itu jadi syarat mutlak agar pekerja seks Sunan Kuning mentas dari lembah hitam.

“Saya belum bisa keluar dari sini Mas, karena modal saya belum cukup untuk buka usaha di kampung,” aku Indah, seorang pekerja seks setempat.

Sedangkan Suwandi menambahkan keterampilan merupakan bekal penting untuk mempersiapkan pekerja seks hidup normal ditengah masyarakat.

“Kita akan mmeberikan pembekalan bagi 488 orang. Itu sesuai tiga program yang kita jalankan selama ini yakni peningkatan kesehatan, pengamanan dan pengentasan,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.