Persita vs PSIS: Berharap Magis Melci

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang bakal melakoni laga sulit di kandang Persita Tangerang pada matchday 3 babak 16 besar Liga 2, Jumat (29/9). Minus sejumlah pemain pilar, head coach Subangkit pantas berharap pada magis Melcior Leideker Majefat.

Melcior Majefat jadi tumpuan lini depan PSIS kala menyambangi kandang Persita Tangerang. Foto: metrosemarang.com

Mahesa Jenar datang ke Stadion Singaperbangsa Karawang dalam kondisi kurang ideal. Dua pemain utama mereka, M Yunus dan Erik Dwi Ermawansyah dipastikan absen karena cedera. Pun dengan M Ridwan yang diragukan tampil karena alasan yang sama.

Absennya ketiga pemain di atas berpotensi mengganggu produktivitas gol PSIS. Maklum saja, kombinasi mereka sudah menghasilkan 10 gol dari total 29 gol yang diproduksi Tim Ibukota Jateng sejauh ini.

Yunus, sekalipun baru mengemas dua gol, punya peran vital dalam menjaga kesimbangan permainan. Sedangkan Ridwan yang belakangan lebih sering jadi pemain pengganti, juga terbukti masih tokcer dengan torehan empat gol dan lima assist.

Erik pun punya kontribusi cukup apik dengan lesakan empat gol. Eks Madura United itu juga selalu menjadi pilihan utama di lini depan dalam formasi 4-2-3-1.

Beruntung Subangkit masih punya Melcior Majefat. Pemain Papua yang diboyong dari Persiba Balikpapan ini langsung menjelma menjadi predator PSIS meski kerap beroperasi dari sayap.

Pergerakan Melci dari lini kedua justru sulit diantisipasi bek-bek lawan. Pria asal Sorong tersebut juga dibekali kecepatan dan skill individu di atas rata-rata. Melcior kini menjadi top skor PSIS dengan torehan enam gol dari tujuh laga.

Mahesa Jenar juga belum pernah kalah saat Melci bermain. Dari tujuh laga bersama Melcior, PSIS memetik lima kemenangan dan dua kali imbang.

Meski kehilangan beberapa pilar skuad, Subangkit tetap optimistis pemain yang diturunkan pada laga besok sore bisa memberikan hasil maksimal. “Tim ini punya pemain dengan kualitas yang merata. Saya hanya berharap siapapun yang tampil bisa menunjukkan totalitas di lapangan,” tandasnya.

Subangkit tak terlalu risau dengan produktivitas gol timnya, meski ditinggal Yunus, Erik dan Ridwan. Menurutnya PSIS musim ini lebih mengutamakan kolektivitas ketimbang kebintangan individual.

Terbukti gol-gol Mahesa Jenar bisa lahir dari semua lini. Total ada 11 pemain yang mencetak gol bagi Tim Kota Lumpia. Rekrutan anyar, Rifal Lastori juga mulai nyetel dan sukses melepas empat assist.

Salah satu yang menjadi keresahan pelatih asal Pasuruan ini adalah kebugaran pemainnya. Subangkit harus jeli merotasi pemain, mengingat mereka harus bermain tiap empat hari sekali.

Masuknya eks striker Persibas Banyumas, Sholihul Islam diharapkan bisa menambah kualitas lini serang. “Semua tim yang bermain di babak 16 besar punya masalah yang sama. Jadi kami harus bisa memaksimalkan pemain-pemain yang ada, sehingga kebugaran mereka tetap terjaga,” kata dia.

Mengenai tim lawan, menurutnya Persita sudah kembali menemukan kepercayaan diri setelah mampu menahan imbang tuan rumah PSMS Medan. Pada laga perdana, tim besutan Bambang Nurdiansyah justru keok 1-2 dari Persibat Batang.

“Persita jelas punya motivasi berlipat setelah bisa mengimbangi PSMS, apalagi mereka main di kandang. Sayap mereka juga cukup bagus. Penting bagi anak-anak bisa bermain dengan gaya PSIS, dan mudah-mudahan bisa mendapat hasil maksimal,” kata Subangkit.

Dihubungi terpisah, GM PSIS Wahyu Winarto mengingatkan timnya agar jangan sampai kehilangan poin meski bermain di kandang lawan. Sebab, persaingan di Grup B masih sangat ketat.

“Kami harus fight untuk mendulang poin. Tapi kami juga harus mewaspadai kebangkitan Persita karena mereka bisa mencuri poin di kandang PSMS,” tukasnya.

Hingga matchday 2, PSIS dan Persibat masih memuncaki klasemen dengan empat poin. Sedangkan PSMS dan Persita bertengger di bawahnya dengan koleksi poin satu. (twy)

You might also like

Comments are closed.