Perubahan Taktik dan ‘Ritual’ Infantrie Kembali Hadirkan Kemenangan buat PSIS

METROSEMARANG.COM – PSIS mengukir kemenangan ketiga beruntun di kompetisi Liga 2 usai melakukan comeback dan melumat Sragen United, Kamis (4/5) sore. Sukses ini tak terlepas dari perubahan strategi yang dilakukan pelatih Subangkit dan ‘ritual’ pemain muda Tegar Infantrie.

M Yunus memastikan kemenangan PSIS atas Sragen United. Foto: metrosemarang.com

Menjamu Sragen United di Stadion Jatidiri, PSIS tampil dengan formasi awal 4-4-2. Kali ini Subangkit menempatkan Erik Dwi Ermawansyah sebagai tandem Johan Yoga di lini depan, dengan mengembalikan Hari Nur di posisi sayap dan mengistirahatkan Juni Riyadi.

Skema ini tidak bisa berjalan sempurna, setidaknya dari terjadinya gol cepat Sragen yang dicetak Andrid Wibawa di menit kedua. Lini tengah PSIS juga kerepotan meladeni lima gelandang Sragen United.

Meski mampu membalas lewat gol M Ridwan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tekanan dari gelandang tim tamu memaksa M Yunus dkk kerap melakukan kesalahan sendiri.

Sebelum babak pertama berakhir, Subangkit mencoba menyuntikkan Franky Mahendra menggantikan Erik. Dengan komposisi tersebut, Hari Nur didorong sebagai tandem Johan dan posisinya diisi Franky.

“Sudah saya prediksi sebelumnya bahwa ini akan jadi pertandingan yang sulit. Pemain masih sering melakukan kesalahan yang tidak perlu,” beber Subangkit usai pertandingan.

“Masuknya Franky karena saya ingin Hari Nur lebih sering melakukan tusukan dari tengah,” urainya.

Saat gempuran PSIS nyaris deadlock, Subangkit kembali melakukan perubahan taktik di menit 70. Alih-alih memasukkan penyerang untuk menambah daya gedor, pelatih 57 tahun itu justru menarik keluar Johan Yoga dan mengganti dengan Tegar Infantrie yang notabene seorang gelandang.

Masuknya Infantrie membuat PSIS bermain dengan skema 4-2-3-1, di mana M Yunus didorong sebagai second striker di belakang Hari Nur. “Ketika masih ada Johan serangan mudah dipatahkan karena pemain-pemain lawan selalu terpusat pada dia,” bebernya.

Ritual Tegar Infantrie yang sejauh ini sukses menghadirkan dua kemenangan buat PSIS. Foto: metrosemarang.com

Kehadiran Infantrie benar-benar memberi ‘tuah’ bagi skuad Mahesa Jenar. Bukan hanya menyeimbangkan lini tengah, pemain termuda PSIS ini seolah menjadi lucky player tim Ibukota Jateng.

Terbukti, 10 menit kemudian PSIS mampu mencetak gol kemenangan melalui sundulan M Yunus usai memanfaatkan free kick yang dieksekusi M Ridwan.

Tapi, sebelum bola dieksekusi Ridwan, Infantrie lebih dulu mendatangi gawang Sragen United. Bukan untuk meneror kiper Andi Setiawan, melainkan menggoyang-goyangkan jala gawang lawan.

Ritual serupa juga dilakukan saat PSIS menundukkan Persipon Pontianak di pekan sebelumnya. Saat itu Infantrie yang masuk sebagai pemain pengganti juga melakukan hal yang sama, sebelum akhirnya M Ridwan sukses menaklukkan kiper Persipon lewat eksekusi free kick.

Sementara kapten tim Johan Yoga mengakui jika dia dan koleganya kerap melakukan kesalahan yang tidak perlu. “Hasil ini tetap kami syukuri, dan semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa memerbaiki penampilan,” lugasnya.

Pada laga selanjutnya PSIS akan meladeni tuan rumah PSIR Rembang, Kamis (11/5), sebelum menjamu PPSM Magelang, sepekan sesudahnya. (twy)

You might also like

Comments are closed.