Pesawat yang Tak Penuhi Standar Keselamatan Dilarang Terbang

METROSEMARANG.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan penumpang untuk melayani arus mudik Lebaran 1437 Hijriyah nanti. Saat ini, pejabat Kemenhub mulai sidak ke beberapa bandara salah satunya di Ahmad Yani Semarang.

“Kalau ada armada yang kurang memenuhi keselamatan penumpang, maka jangan dijalankan. Tidak ada kompromi,” ungkap Dumar Aris, Staf Ahli Kemenhub saat meninjau posko Lebaran di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (27/6) siang.

Rombongan Kementerian Perhubungan melakukan sidak di Bandara Ahmad Yani, Senin (27/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Rombongan Kementerian Perhubungan melakukan sidak di Bandara Ahmad Yani, Senin (27/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia menjelaskan sesuai instruksi dari Menteri Ignasius Jonan, semua jajaran Kemenhub kini memang diminta meninjau lapangan terkait kesiapan layanan untuk arus mudik Lebaran.

Di Bandara Ahmad Yani, ia melihat kesiapan operator bandara serta Airnav telah memenuhi standar yang berlaku. Ia pun meminta kepada otoritas bandara agar terus meningkatkan layanan terbaik bagi para pemudik Lebaran 2016.

“Kalau ada hal-hal yang kurang lancar maka bisa protes ke operator. Yang jelas, sekarang persiapan Bandara Ahmad Yani (dalam menyambut pemudik) tergolong sangat baik termasuk dari Arinav dan aparat terkait,” bebernya.

Saat mengecek Posko Terpadu di bandar, rombongannya memantau langsung kelengkapan sarana dan prasarana di dalamnya. “Alat siap SDM juga siap. Keamanan penerbangan saya lihat berjalan dengan baik,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa ia juga akan sidak di terminal dan stasiun kereta api yang ada di Semarang dan sekitarnya.

Sementara itu, Priyo Jatmiko General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani menambahkan kini ada empat maskapai yang telah mengajukan 76 extra flight.

Keempat maskapai itu ialah Garuda Indonesia, Trigana Air, Lion Air, Citilink. Penambahan penerbangan yang mereka ajukan mulai 24 Juni-24 Juni.

Dengan kata lain, jumlah penerbangan saat arus mudik nanti melonjak tajam dari jadwal penerbangan reguler hanya 49 kali. Meski demikian, ia mengaku jumlah extra flight kini cenderung berkurang dibanding tahun lalu. Ini disebabkan adanya evaluasi soal kelayakan terbang dari tiap maskapai. (far)

You might also like

Comments are closed.